PROGRAM DOKTOR, BUKAN SEKEDAR JALUR UNTUK MENCAPAI GELAR

Foto
Oleh: Fauzanah Fauzan El Muhammady, S. Sos, M. Si, MS

Pengaruh dan tantangan globalisasi telah mendorong perkembangan pesat program doktor diberbagai institusi pendidikan tinggi di berbagai belahan dunia. Beberapa negara maju seperti di wilayah Eropa, Amerika Serikat, Australia, Amerika Utara, dan negara Asia lainnya telah melakukan berbagai trobosan untuk peningkatan kualitas program doktor pada tiap-tiap institusi pendidikan tingginya.

Meningkatnya secara pesat berbagai progam kerjasama internasional dalam bidang pendidikan tinggi seperti collaborative research, joint research, student’s exchanges, joint scientific publication, seminar and international conference, dan berbagai program pengembangan kerjasama lainnya, telah mendorong beberapa institusi pendidikan tinggi di dunia untuk lebih bersikap transparan dan efisien dengan berbagai pihak terkait agar mampu menjadi institusi yang lebih berkualitas, unggul, dan diakui secara internasional.

Dalam merespon perkembangan global saat ini, beberapa perguruan tinggi di negara maju menitikberatkan pengembangan kualitas program doktoral dalam berbagai aspek antara lain menetapkan standar kriteria calon mahasiswa program doktor dan standar kualitas lulusan doktor. Adapun kompetensi yang diharapkan bagi pendaftar atau calon mahasiswa program doktor antara lain:

a) Memiliki latar-belakang wawasan pengetahuan dan keilmuan yang luas di bidangnya. Dalam hal ini, index prestasi akademik yang tinggi pada jenjang akademik S1 dan S2 merupakan syarat mutlak kualifikasi program doktor. Para calon mahasiswa program doktor pada tahap seleksi dipastikan sudah memiliki kesiapan yang memadai untuk memasuki jenjang pendidikan doktor dari segi keilmuan, pengetahuan, dan pengalaman dalam bidang penelitian.

b) Memiliki kapasitas dan pengalaman-pengalaman penelitian yang kuat yang didasari dengan kemampuan secara berfikir kritis (critical thinking) dalam merespon berbagai persoalan-persoalan dan isu global dan mampu belajar secara mandiri (independent learning). Kedua hal tersebut menjadi kompetensi utama bagi calon mahasiswa agar siap menjalani berbagai aktifitas akademik pada jenjang pendidikan doktor antara lain diskusi ilmiah, penulisan karya ilmiah, seminar dan penelitian.

c) Memiliki keahlian Bahasa Inggris sesuai standar akademik internasional yang ditentukan oleh tiap-tiap institusi pendidikan tinggi. Dalam hal ini, kemampuan Bahasa Inggris akademik yang tinggi merupakan syarat mutlak bagi calon mahasiswa doktor dalam menjalani berbagai aktifitas akademiknya. Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar utama dalam diskusi ilmiah, penulisan karya ilmiah, publikasi karya ilmiah, penelitian, penulisan tesis dan disertasi, kajian literatur, dan sebagai bahasa pengantar dalam mengikuti berbagai seminar dan konferensi internasional.

Disamping berupaya meningkatkan kualitas standar kriteria calon mahasiswa program doktor, beberapa institusi pendidikan tinggi di berbagai negara juga berupaya meningkatkan kualitas lulusan program doktornya secara berkesinambungan. Adapun kompetensi lulusan doktor yang diharapkan antara lain:

a) Lulusan program doktor diharapkan memiliki “technical and contextual intelligence”, yakni kemampuan menerapkan keilmuan dan hasil-hasil penelitian murni terhadap ilmu pengetahuan yang tengah berkembang saat ini. Dalam hal ini, para lulusan doktor diharapkan mampu mengambil peran sebagai “a leader” dalam merancang dan menerpakan program-program inovatif untuk kemajuan bangsa dan negaranya sebagai bentuk implikasi dari ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan. Para lulusan program doktor juga diharapkan mampu terlibat secara aktif dalam memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran yang konstruktif terkait dengan proses pengambilan kebijakan di institusi asalnya.

b) Lulusan program doktor diharapkan memiliki “transferable skills”, yakni memiliki kemampuan mentransferkan dan menerapkan keahliannya secara profesional. Dalam artian bahwa seorang lulusan program doktor diharapkan senantiasa memiliki motivasi dan komitmen yang tinggi dalam memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan bangsa, mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya memanfaatkan kesempatan dalam pengembangan karirnya, mampu membangun komunikasi dan kerjasama yang baik dalam berbagai aktifitas kerja tim dengan mempertimbangkan unsur-unsur tanggung jawab, saling pengertian, toleransi, dan etika, serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak terkait khususnya pihak pengambil kebijakan dan masyarakat.

Upaya-upaya peningkatan kualitas program doktor diberbagai negara terus dilakukan untuk menjaga kualitas dan reputasi nama baik institusi pendidikan tinggi di level internasional. Seperti di Canada, tiap-tiap pemerintah provinsi mendukung penuh dana pendidikan terhadap institusi-institusi pendidikan tingginya sesuai dengan sistem pemerintahan provinsi masing-masing. Bahkan ada beberapa pemerintah provinsi yang secara khusus memfokuskan bantuan pada peningkatan kualitas penyelenggaraan program doktor.

Dengan adanya dukungan aktif dari pemerintah secara berkesinambungan, beberapa institusi pendidikan tinggi di Canada mampu terus bertahan pada posisi rangking atas dunia. Seperti McGill University, sebagai institusi pendidikan tinggi peringkat pertama di Canada dan peringkat 24 dunia, institusi ini terus berupaya menjalin hubungan baik dengan pemerintah dalam upaya mengembangkan berbagai program-program pengembangan dan penelitian-penelitian inovatif untuk meningkatkan kualitas dan mempertahan reputasi institusinya. Khususnya dalam bidang doktor, upaya peningkatan kualitas dan pengembangan kapasitas para mahasiswa doktor pun selalu diperhitungkan agar mampu menjadi lulusan yang memiliki kompetensi yang dapat memberikan kontribusi yang inovatif dan konstruktif baik pada level nasional maupun internasional.

Pada McGill University, upaya peningkatkan kualitas program doktor sudah mulai dilakukan pada tahap seleksi penerimaan calon mahasiswa, pada masa perkuliahan, hingga tahap mahasiswa menyelesaikan studi. Khususnya pada program doktor di Faculty of Education, tahun pertama merupakan tantangan berat bagi mahasiswa dalam menentukan arah pendalaman ilmu pengetahuan, pengembangan keahlian, penelitian, dan penulisan disertasi. Para mahasiswa dibekali dengan berbagai mata kuliah guna penajaman bidang keahlian penelitian dari sisi teori, konsep, dan metodologi penelitaian yang relevan dengan bidang keahlian dan kajian penelitian masing-masing. Mata Kuliah Pro Seminar in Education 1 and 2 sebagai mata kuliah wajib yang ditawarkan pada Fall dan Winter Semester pada Faculty of Education, merupakan tahap awal yang harus dilalui oleh para mahasiswa baru untuk mempersiapakan diri memasuki tahap-tahap penting selanjutnya menuju penelitian dan penulisan disertasi. Pada tahun pertama, mahasiswa program doktoral diarahkan mampu memiliki wawasan pengetahuan yang luas dan mendalam terkait dengan unsur-unsur penting dalam budaya akademik antara lain a) menguasai kaidah penulisan karya ilmiah, publikasi, dan referensi; b) memiliki wawasan yang luas dan mendalam mengenai kajian-kajian baru mengenai teori-teori, konsep-konsep, perspektif, dan metodologi penelitian dari berbagai literatur; c) mampu membangun komunikasi yang baik dengan para akademisi; d) mampu memberikan analisa yang kritis dalam merespon isu-isu global dalam bidang pendidikan, dan e) mampu terlibat aktif dalam berbagai percakapan academik melalui seminar dan konferensi nasional dan internasional, f) dan mampu menyumbangkan pemikiran-pemikiran baru yang konstruktif. Dalam artian bahwa para mahasiswa program doktor diharapkan tidak saja mampu merespon secara kritis terhadap isu-isu baru yang tengah berkembang saat ini, namun juga diharapkan mampu memberikan ide-ide yang inovatif, solutif, dan konstruktif yang tidak saja bermanfaat bagi aktualisasi dirinya namun juga menjadi manfaat bagi masyarakat sosial secara nasional dan internasional.

Melihat upaya-upaya yang telah dilakukan oleh berbagai institusi pendidikan tinggi di berbagai dunia dalam meningkatkan kualitas program doktornya, maka hal tersebut hendaknya dapat dijadikan referensi bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya institusi pendidikan tinggi Islam (PTKI) dalam mewujudkan misi menuju World Class University. Penyelenggraan program 5000 Doktor yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI, merupakan trobosan besar bagi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi Islam, khususnya peningkatan sumberdaya manusianya, agar mampu mencapai kualitas yang bertaraf internasional. Oleh karena itu, dalam mewujudkan upaya tersebut dukungan penuh dari pemerintah secara berkesinambungan sangat diharapkan khususnya dalam menunjang aktifitas akademik para mahasiswa program doktor baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dukungan tersebut antara lain dalam bentuk bantuan dana penelitian, beasiswa penuh, publikasi karya ilmiah, seminar dan konferensi internasional dan berbagai bentuk dukungan lainnya dalam menunjang kegiatan akademik kemahasiswaan. Disamping itu, diharapkan pula adanya upaya dari pihak institusi pendidikan tinggi Islam dan pemerintah untuk senantiasa membina hubungan kerjasama dan komunkasi yang baik dan transparan sehingga berbagai kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan program-program yang berkaitan dengan pengembangan kualitas program doktor dapat diatasi secara bersama dengan baik.

Hal terpenting yang harus dipahami secara bersama bagi pemerintah dan pihak institusi pendidikan tinggi Islam saat ini untuk keberlanjutan pengembangan kualitas sumber daya manusia di masa depan adalah bahwa program doktor adalah program yang diharapkan tidak saja mampu mempersiapkan mahasiswa program doktor sebagai calon peneliti yang kompeten dan professional di bidangnya, namun juga sebagai program yang mampu memberikan peluang bagi para mahasiswa untuk terjun langsung melakukan penelitian-penelitian yang berkualitas, inovatif, dan solutif. Selain itu, para lulusan program doktor pun diharapkan mampu menjadi lulusan yang berkualitas dan menguasai secara profesional bidang keilmuannya sehingga mampu menerapkan dan menkontribusikan keilmuannya tersebut melalui penelitian-peniltian yang orisinil. Perlu digaris bahwahi adalah menempuh jalur pendidikan doktor bukanlah sekedar jalur untuk mencapai gelar, namun sebagai proses pemantangan individu yang harus dilalui secara bertahap dengan penuh kesungguhan sehingga benar-benar mampu menjadi lulusan doktor yang berkualitas dan memiliki integritas yang tinggi dalam menyumbangkan ide-ide konstruktif dan karya-karya tulis yang fundamental yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara di masa depan. (FFEM)

Referensi:

Nerad, M., & Evans, B. (Eds). (2014). Globalization and Its Impacts on the Quality of PhD Education.

Sense Publishers: Roterdam/Boston/Taipe

Penulis adalah Mahasiswa Program Doktor dalam bidang Education Studies Pada Department of Integrated Studies in Education (DISE), McGill Univeristy, Montreal, Canada dan sebagai Penerima Beasiswa Program 5000 Doktor Tahun Angkatan 2015 dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI.


Tanggal: 23/03/2016 Jam: 18:38:45 | dilihat: 3104 kali