Direktur PTKI Resmi Buka Seleksi Tahap II Zona I Calon Penerima Beasiswa 5000 Doktor Luar Negeri

Kemenag (Batam) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam mulai menyelenggarakan seleksi tahap II Calon Penerima Beasiswa Program 5000 Doktor Luar Negeri. Seleksi tahap II ini dimulai di zona I dan berlangsung selama tiga hari di Hotel Aston Batam, Kepulauan Riau (Kamis-Sabtu, 4 s/d 6 April 2019). Pelaksanaan tes tahap II ini dihadiri langsung oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., MA. Kehadiran Arskal pada kegiatan ini dalam rangka memberikan sambutan/pengarahan sekaligus membuka acara secara resmi (Kamis, 4/4/2019).

Mengawali sambutannya, Direktur PTKI menyampaikan bahwa proses rekrutmen beasiswa program 5000 Doktor Luar Negeri setiap tahun semakin diperketat dan ditingkatkan kualitasnya. Tujuannya agar calon awardees, sejak dini, sudah mempersiapkan diri dan mental sebelum menjadi mahasiswa PhD di kampus tujuan masing-masing. “Kita ingin membangun marwah program 5000 doktor luar negeri sebagai program elit, bergengsi, dan bermartabat, bukan program ecek-ecek”, lanjut mantan Ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Arskal juga menceritakan sekelumit pengalaman suka dukanya ketika menjadi mahasiswa PhD di luar negeri bertahun-tahun. Kepada peserta, Arskal menyampaikan bahwa meskipun ada istilah “doing PhD is suffering”, “menjalani program doktor adalah menderita”, peserta tidak usah khawatir karena sepanjang sudah kuat mental dan mempersiapkan diri sejak awal, insya Allah akan baik-baik saja. Harapan kami, akan banyak peserta yang dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa 5000 Doktor Luar Negeri dalam seleksi kali ini. Kita tentunya harus menyerahkan kepada Allah SWT., agar dapat mengikuti seleksi dengan lancar dan sukses. Mengakhiri sambutannya, Arskal Salim mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri, para reviewer dan seluruh peserta.

Sementara itu, di tempat yang sama, Yeni Ratna Yuningsih, PhD., selaku manager PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tahap akhir dari proses seleksi calon penerima beasiswa 5000 doktor luar negeri tahun ini. Artinya bahwa, peserta yang hadir pada tahap ini, telah dinyatakan lolos pada tahap sebelumnya melalui seleksi administrasi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami pastikan bahwa semua peserta yang terpilih mengikuti seleksi tahap II ini adalah lulus murni dan benar-benar sudah memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan oleh panitia tanpa ada intervensi darimanapun”, ucap Yeni.

Dosen Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga melaporkan bahwa untuk seleksi tahap II calon peserta beasiswa 5000 Doktor Luar Negeri tahun ini akan dilaksanakan 4 (empat) lokasi. Lokasi pertama dilaksanakan di Batam dan diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan PTKI yang ada di Pulau Sumatera. Seleksi berikutnya akan dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi yaitu Surabaya (10-12 April 2019), Makassar (22-24 April 2019), dan Jakarta (25-27 April 2019). Khusus di Jakarta, akan dilaksanakan seleksi bagi calon peserta yang memilih jalur program kerjasama (customized), sementara di tiga lokasi lainnya diperuntukkan bagi calon peserta seleksi yang memilih jalur program regular.

Dalam kegiatan seleksi tahap II ini, ada beberapa tes yang akan dijalani oleh peserta yaitu Tes Esai, Tes Potensi Akademik dan Psikotes, dan Tes Wawancara. Oleh karena itu, Tim PMU 5000 Doktor Luar Negeri mengundang 10 reviewer terpilih dan menghadirkan Tim Pusat Layanan Psikologi (PLP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk bertugas pada seleksi di Batam. Untuk meningkatkan kualitas dan transparansi proses seleksi kali ini, Tim PMU 5000 Doktor Luar Negeri juga mengundang perwakilan Inspektorat Jenderal Kemenag RI dalam rangka evaluasi dan pengawasan, lanjut Yeni, mengakhiri laporannya.

Sebelumnya, sesi pra acara pembukaan, dipaparkan teknis pelaksanaan tes seleksi yang dipandu oleh Didin Nuruddin Hidayat sebagai penanggunggungjawab kegiatan dan Koordinator Wilayah I yang meliputi Wilayah Australia, Eropa dan Amerika Utara, dan Amiruddin Kuba, Koordinator Bahasa dan Akademik. Di sela-sela pembahasan teknis, seluruh peserta disodorkan lembar surat pernyataan untuk ditandatangani di atas materei perihal kesediaan mereka mengikuti program persiapan bahasa dan akademik jika mereka dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa program 5000 doktor luar negeri. Pernyataan kesediaan ini juga menjadi penentu apakah status mereka dapat dilanjutkan atau tidak sebagai penerima beasiswa program 5000 doktor luar negeri, ucas Amir. Turut hadir Arif Zamhari dan Yuli Yasin (Koordinator Wilayah II meliputi Asia, Timur Tengah dan US) Salamah Agung (Koordinator Wilayah I), Abdullah Hanif (Koordinator Keuangan dan Administrasi), Tim PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri dan sejumlah undangan lintas direktorat.

Penulis: (Amiruddin Kuba)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 05/04/2019 Jam: 17:30:17 | dilihat: 684 kali

Berita Terkait