Kemenag Gelar Seleksi Beasiswa Program 5000 Doktor Luar Negeri untuk Zona 2 Surabaya

Pendis (Surabaya) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam kembali melakukan seleksi Calon Penerima Beasiswa Program 5000 Doktor Luar Negeri zona 2 Surabaya setelah sukses menyelenggarakan seleksi zona 1 Batam. Peserta yang ikut pada seleksi zona 2 Surabaya ini berasal dari daerah pulau Jawa, Madura, Bali, NTT dan NTB. Kegiatan seleksi kali ini dibuka secara resmi oleh Yeni Ratna Yuningsih, PhD., Manajer PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri mewakili Direktur PTKI, Rabu (10/2019). Seleksi yang dihadiri sebanyak 28 peserta dan akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 10 s/d 12 April 2019 di Hotel Vaza Surabaya Jawa Timur.

Sebelum membuka acara, Yeni menyampaikan beberapa catatan. Salah satunya kata Alumni S3 McGill University, Canada ini adalah terkait dengan fasilitas yang didapatkan peserta. Yeni menuturkan bahwa pada tahun ini peserta agak dimanjakan dengan memberikan kepada mereka fasilitas hotel gratis dan komsumsi yang belum pernah diberikan pada seleksi tahun sebelumnya. Dengan adanya fasilitas ini peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan tenang menghadapi tes seleksi dengan lancar. Peserta juga diminta untuk rileks dan istirahat yang cukup, harap Yeni lebih lanjut.

Seperti yang disampaikan pada seleksi sebelumnya di Zona 1 Batam, Yeni kembali menegaskan bahwa proses seleksi calon penerima beasiswa 5000 doktor luar negeri ini dilakukan secara ketat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami pastikan bahwa semua peserta yang terpilih mengikuti seleksi tahap II ini adalah lulus murni dan benar-benar sudah memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan oleh panitia tanpa ada intervensi darimanapun”. Untuk meningkatkan kualitas dan transparansi proses seleksi kali ini, Tim PMU 5000 Doktor Luar Negeri juga mengundang perwakilan Inspektorat Jenderal Kemenag RI dalam rangka evaluasi dan pengawasan, ucap Yeni mengakhiri sambutannya.

Pasca acara pembukaan, dipaparkan teknis pelaksanaan tes seleksi yang dipandu oleh Yuli Yasin sebagai penanggunggungjawab kegiatan bersama Amiruddin Kuba, Koordinator Bahasa dan Akademik PMU Program 5000 Doktor. Pada kesempatan ini Yuli menyampaikan sejumlah tes yang wajib diikuti peserta yaitu tes esai, tes potensi akademik (TPA), psikotes, dan tes wawancara. Untuk itu, Tim PMU 5000 Doktor Luar Negeri mengundang 9 reviewer terpilih, alumni program doktor dari berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri. Mereka akan bertugas untuk menilai esai dan meng-interview peserta. Tim Pusat Layanan Psikologi (PLP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga turut dihadirkan untuk bertugas menguji TPA dan Psikologi peserta pada seleksi zona 2 Surabaya kali ini.

Di sela-sela pembahasan teknis seluruh peserta disodorkan lembar surat pernyataan untuk ditandatangani di atas materei. Surat pernyataan ini berisi kesediaan mereka mengikuti program persiapan bahasa dan akademik jika mereka dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa program 5000 doktor luar negeri. Pernyataan kesediaan ini juga menjadi penentu apakah status mereka dapat dilanjutkan atau tidak (gugur) sebagai penerima beasiswa program 5000 doktor luar negeri, ucap Amir.

Turut hadir dalam seleksi zona Surabaya yaitu: Arif Zamhari (Koordinator Wilayah II meliputi Asia, Timur Tengah dan US) Didin N Hidayat dan Salamah Agung (Koordinator Wilayah I), Abdullah Hanif (Koordinator Keuangan dan Administrasi), M. Sahuri (Bendahara) dan Tim PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri dan sejumlah undangan.

Penulis: (Amiruddin Kuba)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 11/04/2019 Jam: 14:39:49 | dilihat: 393 kali

Berita Terkait