Dede Rosyada: “Perlu Pengetatan Pembukaan Prodi Baru Tahun 2013”

(Jakarta-15/08/13) - Sidang penilaian proposal pembukaan prodi baru dilaksanakan pada tanggal 14 s.d. 16 Agustus 2013 di hotel Kawanua Aerotel Jakarta. Sidang dibuka pada pukul 16.00 WIB oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. Sidang dihadiri oleh Tim Penilai proposal pembukaan prodi baru di antaranya: Prof. Dr. Aziz Fachrurrazie, Prof. Dr. Udin Saepudin Saud, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, Prof. Dr. Nasruddin Harahap, Prof. Dr. Sutrisno, dan Prof. Dr. Amany Lubis. Laporan Panitia oleh Dr. Muhammad Zain Kasubdit Pengembangan Akademik. Sedang Pengantar Kata oleh H. Mustakim, M.Pd, Kasi Pembinaan Prodi, Diktis.

Proposal yang dinilai sebanyak 300 yang terdiri dari 110 dari PTAIN dan 190 dari PTAIS. Jumlah proposal ini baru 60 % dari total proposal yang masuk, yakni sekitar 500-an proposal. Sisanya sebanyak 200-an lebih yang akan disidangkan pada tahap berikutnya.

Prof. Dede Rosyada (Direktur DIKTIS) menegaskan beberapa hal, antara lain:

a. Saat ini tren peminat masuk kuliah ke Perguruan Tinggi Agama Islam semakin meningkat khususnya di PTAIN;

b. Penambahan program studi pada PTAI yang betul-betul telah siap SDM (dosen dan tenaga kependidikannya) hendaknya menjadi perhatian dan prioritas;

c. Penilaian proposal prodi harus berdasar pada professionalisme, yaitu lebih kepada penguatan akademik. Paradigma pendirian perguruan tinggi dan pemberian izin program studi baru karena alasan akademik, dan tidak lagi sekedar pada motivasi dakwah. Kita berharap lulusan PTAI membanggakan, berkualitas dan berdaya saing.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah jumlah koleksi buku bagi program studi baru yang diajukan, seharusnya 400 sampai 600 judul per-prodi. Sedang jumlah buku idealnya sekitar 3.000 eksamplar. –mz_must--


oleh Subdit Akademik | Edisi Tanggal: 15/08/2013 Jam: 21:45:42 | dilihat: 2008 kali

Berita Terkait