Kemenag Pilih Makassar Jadi Lokasi Seleksi Beasiswa Program 5000 Doktor Luar Negeri Zona 3

Pendis (Makassar) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam kembali melanjutkan seleksi Calon Penerima Beasiswa Program 5000 Doktor Luar Negeri zona 3 di Makassar. Seleksi sebelumnya dilakukan di dua lokasi yaitu Batam (zona 1) dan Surabaya (zona 2). Peserta yang ikut pada seleksi zona 3 ini berasal dari daerah Indonesia Timur. Seleksi yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Four Points Makassar dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., MA selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kemenag RI, Senin (22/4/2019).

Dalam arahannya, Arskal menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta yang telah berhasil lulus pada tahap pertama. Arskal memastikan bahwa kelulusan peserta benar-benar telah memenuhi syarat administrasi dan merupakan orang-orang pilihan bukan karena titipan, syafaat atau lainnya. “Sangat berbahaya jika kelulusan peserta dipengaruhi atau dibantu oleh pihak-pihak tertentu karena tidak ada lagi yang dapat membantu jika peserta sudah menjalani studi di luar negeri”, lanjut mantan ketua LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. Hal lain yang perlu diketahui dalam proses seleksi ini bahwa tidak ada jaminan peserta yang memiliki kemampuan bahasa asing yang bagus dapat sukses dengan mulus.

Pengalaman menunjukkan bahwa orang yang menguasai bahasa asing sekalipun tapi psikisnya lemah dapat menyebabkan seorang mahasiswa tidak mampu menyelesaikan studinya dengan baik bahkan studinya harus berhenti di tengah jalan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah seleksi interview/wawancara ini adalah bagian yang tidak kalah pentingnya dengan seleksi tahap lainnya. Pada seleksi wawancara ini, peserta akan diuji dengan berbagai macam sesi dan setiap sesi sangatlah penting. Oleh karena itu, pesera harus mempersiapkan diri untuk siap lolos dan tidak lolos, ucap Arskal. Direktur yang juga berprofesi sebagai Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini dalam mengakhiri arahannya berpesan bahwa perjuangan untuk meraih jenjang Doktor apalagi di luar negeri adalah sangat penting sebagai wujud menunjukkan eksistensi diri sebagai dosen di lingkungan PTKI. Kalian harus siap mengambil resiko dan memiliki kepercayaan diri (self confidence). Turut mendampingi Direktur PTKI pada acara pembukaan kali ini Manajer PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri, Yeni Ratna Yuningsih, PhD., dan Amiruddin Kuba, MA., Koordinator Persiapan Bahasa dan Akademik PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri.

Sebelum pembukaan, dilaksanakan breafing peserta, penjelasan teknis seleksi dan rapat tim reviewer. Pada breafing peserta, Yeni selaku penanggungjawab PMU memotivasi peserta untuk menghadapi tes dengan rileks, santai dan istirahat yang cukup. Motivasi ini disampaikan agar para peserta tidak mengalami stres sebelum menghadapi tes seleksi. Peserta juga disarankan agar fokus menghadapi tes dan tidak terganggu oleh urusan kampus atau lainnya, harap Yeni. Sementara itu, untuk rapat tim reviewer dipandu oleh Salamah Agung, PhD. Dalam rapat tim ini disampaikan sejumlah hal terkait teknis penilain, pembagian tugas dan hal lain terkait wawancara. Pada kesempatan yang sama, pemaparan teknis pelaksanaan tes seleksi yang dipandu oleh Amiruddin Kuba, MA juga dilakukan. Amir menyampaikan sejumlah tes yang wajib diikuti peserta yaitu tes esai, tes potensi akademik (TPA), psikotes, dan tes wawancara. Untuk itu, Tim PMU 5000 Doktor Luar Negeri mengundang 4 reviewer terpilih, alumni program doktor dari berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri. Mereka akan bertugas untuk menilai esai dan meng-interview peserta. Tim Pusat Layanan Psikologi (PLP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga turut dihadirkan untuk bertugas menguji TPA dan Psikologi peserta pada seleksi zona 3 Makassar kali ini.

Seperti biasa, di sela-sela pembahasan teknis seluruh peserta disodorkan lembar surat pernyataan untuk ditandatangani di atas materei. Surat pernyataan ini berisi kesediaan mereka mengikuti program persiapan bahasa dan akademik jika mereka dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa program 5000 doktor luar negeri. Pernyataan kesediaan ini juga menjadi penentu apakah status mereka dapat dilanjutkan atau tidak (gugur) sebagai penerima beasiswa program 5000 doktor luar negeri, ucap Amir.

Turut hadir dalam seleksi zona 3 Makassar yaitu: Arif Zamhari dan Yuli Yasin (Koordinator Wilayah II meliputi Asia, Timur Tengah dan US) Didin N Hidayat (Koordinator Wilayah I), M. Sahuri (Bendahara) dan Tim PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri dan sejumlah undangan.

Penulis: (Amiruddin Kuba)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 25/04/2019 Jam: 06:22:34 | dilihat: 811 kali

Berita Terkait