Buruan Mendaftar! Beasiswa Program 5000 Doktor Dalam Negeri Segera Ditutup Akhir Bulan Mei 2019

Bogor - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam terus berkomitmen dalam peningkatan SDM khususnya bagi para dosen PTKI dan juga ASN tenaga kependidikan di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam untuk memperoleh beasiswa studi lanjut ke jenjang S-3 yang dikenal dengan program 5000 Doktor. Program yang dilaunching pertama kalinya di Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo akhir tahun 2014 ini, sudah akan memasuki periode 5 tahunan di mana ada sekitar 1954 peserta yang telah mengikuti program ini.

Alhamdulilah sudah ada sekitar 101 yang menyelesaikan program ini tepat waktu khususnya bagi angkatan 2015. Untuk tahun 2019 ini Program 5000 Doktor mengalami penurunan jumlah kuota yang cukup signifikan dari jumlah 452 penerima beasiswa pada tahun 2018, maka untuk tahun 2019 ini hanya sekitar 250 calon penerima beasiswa. Di samping Beasiswa Doktor Dalam Negeri (full scholarship) ada juga Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP), namun tahun ini akan diprioritaskan kepada mereka yang sedang S3 dan segera akan selesai dengan dibuktikan beberapa dokumen. Untuk BPP tahun 2019 ini akan ada affirmasi bagi peserta beasiswa full scholarship yang strongly recommended untuk dibantu, ketentuan dan syarat dapat dilihat dari website https://info.5000doktor.diktis.id. Dengan kuota sekitar 150 orang untuk bantuan BPP ini, dapat dipastikan pendaftaran dan penerimaan BPP akan sangat ketat. Untuk pendaftaran BPP baru akan dimulai sekitar pada pertengahan bulan Juni 2019.

Dari hasil update terkini (26/05/2019) jumlah pendaftar sudah ada sekitar 506 pendaftar untuk Beasiswa Full Scholarship (BS) dan pendaftaran akan ditutup pada tanggal 31 Mei 2019. Selanjutnya secara khusus Kasubdit Ketenagaan, Dr. Syafii, M.Ag dalam pertemuan di Bogor baru-baru ini menjelaskan bahwa dengan jumlah kuota beasiswa Doktor Dalam Negeri yang menurun, bukan berarti kualitas akan turun, justru pada tahun ini, kami sedang mempersiapkan kemungkinan penyelenggaraan test beasiswa Doktor Dalam Negeri berbasis komputer atau CBT untuk memastikan transparansi sekaligus kualitas input calon penerima beaasiswa Doktor Dalam Negeri agar lebih baik lagi. Menurut alumni Doktor UIN Jakarta tersebut, “Jika Infrastruktur sudah siap, CBT bisa saja diterapkan tahun ini namun tidak semua PTKIN nantinya harus menjadi lokasi test tapi terpilih”. Dengan kuota 250 yang semakin ketat, maka tingkat seleksi kita mestinya akan semakin baik.

Senada dengan apa yang diungkapkan oleh Kasubdit Ketenagaan, M. Adib Abdushomad, M.Ed., Ph.D Kepala Seksi yang menangani program menyatakan bahwa “Intinya kita harus selalu memperbaiki pola ujian masuk kita agar mendapatkan input calon peserta Doktor semakin baik”. Dengan input yang baik diharapkan mereka akan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu, kata alumni Flinders University Australia yang memiliki jargon “A Good Thesis is a Finished Thesis”.

Direktur PTKI Prof. Dr. Arskal Salim GP, MA menitipkan pesan agar dalam seleksi nanti mendeteksi tidak saja kecerdasan kognitif para peserta akan tetapi juga memiliki kecerdasan sosial, up-to-date terkait isu-isu Kontemporer Ke-Islaman, sekaligus endurance (tahan banting) serta memiliki motivasi yang kuat untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Terkait dengan akan segera ditutupnya pendaftaran Beasiswa 5000 Doktor Dalam Negeri pada akhir bulan ini, Direktur PTKI berpesan agar para peserta segera mendaftarkan diri dan sekaligus mempersiapkan pilihan Perguruan Tinggi yang akan dituju dengan persiapan yang matang. (AA)


oleh Subdit Ketenagaan | Edisi Tanggal: 27/05/2019 Jam: 14:35:52 | dilihat: 1942 kali

Berita Terkait