Rakor SiLE: “Perlu Penguatan Institusionalisasi Program SILE”

Probolinggo, (29/08). Rapat Koordinasi CIDA-Kementerian Agama yang diselenggarakan di Probolinggo dimulai pada hari Rabu (28/08) dan berakhir pada hari Jumat (31/08). Untuk membangkitkan memori program, Rakor diawali dengan review dan evaluasi project keterkaitannya dengan terwujudnya perubahan-perubahan di tengah masyarakat, yang dimediasi oleh PTAIN mitra SILE Project melalui Kelompok Kerja (Pokja). Namun demikian, keberadaan pokja-pokja yang sudah terbentuk sebanyak 16 (enambelas) pokja, 8 di Sulawesi Selatan dan 8 di Jawa Timur, dirasa belum optimal kiprahnya.

“Keberadaan Pokja yang telah dibentuk oleh masyarakat berjalan tanpa arah, karena tiadanya guide line dalam menentuan langkahnya,” kritik Abdul Chalik, Salah satu ketua pusat penelitian pada IAIN Sunan Ampel. Hal senada juga dikemukakan oleh Nadzir, angota forum yang lain. Forum ini diharapkan merekomendasikan agar guide line ini bisa disusun. Selain itu, desain yang lebih matang bisa dilahirkan forum ini.

“Tahun ketiga SILE-Project ini diharapkan sudah mampu membawa perubahan yang lebih terukur, terlebih ada term baru tahun ini yakni institusionalisasi” arah Mastuki dalam sambutan pembukaannya.

Institusionalisasi yang dimaksud adalah pelembagaan nilai-nilai demokrasi yang menjadi misi utama Project SILE agar terimplementasikan dalam seluruh lini institusi.

Ketidakjelasan arah ini kemudian direspon langsung bahwa perlu dilakukan revisi guide line-nya. “Karena ada perubahan masa, saat ini sedang disusun guidline baru,” respon dari Ghislaen, Tim Leader SILE Project.

Penugasan beberapa resources pada dua PTAIN mitra SILE-Project pada Short Course di Coady University dan Mindanao Peace Institut (MPI) merupakan moment untuk membuka perspektif dalam membantu masyarakat untuk menyelesaikan pelbagai permasalahannya.

Upaya pelembagaan “doktrin” SILE Project telah mulai merambah pada mata kuliah. Sebagai contoh, IAIN Sunan Ampel telah melakukan review mata kuliah Civic Education menjadi Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan dengan perspektif yang berbasis kebijakan local (local wisdom). Pelembagaan ini juga telah melahirkan NCCE (National Center for Civic Education) dan Pusat Studi Perdamaian di IAIN Sunan Ampel. Sedangkan di UIN Makassar telah sukses dibentuk Lembaga Civic Education.

Rapat Koordinasi ini menghadirkan empat unsur yaitu Kementerian Agama, PIU UIN ALauddin Makassar, PIU IAIN Sunan Ampel dan PTAIN Resources SILE Project yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.***4n15***


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 30/08/2013 Jam: 06:11:00 | dilihat: 624 kali

Berita Terkait