“NKRI Harga Mati” Menggema di PBAK IAIN Padangsidempuan

Padangsidempuan (Kemenag)—Suasana semangat heroisme terlihat di arena Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Padangsidimpuan. Teriakan atau yel-yel Pancasila: Jaya, NKRI: Harga Mati, Nusantara: Milik Kita!

Diserukan oleh Ruchman Basori Kasubdit Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag RI dan diikuti oleh seluruh mahasiswa, pada Rabu (14/8).

“Mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa yang mempunyai kekuatan the agent of change, agent of social control dan agent of development harus berada digarda depan pilar kebangsaan”, tegas Aktivis Mahasiswa ’98 ini.

Ruchman Basori menyadari bahwa saat ini bangsa ini menghadapi masalah serius defisit nasionalisme, yang dipicu oleh diantaranya masuknya gerakan trans nasional, pemahaman agama yang sempit bahkan cenderung radikal dan menjamurnya budaya hoaxs.

Kandidat Doktor Universitas Negeri Semarang ini meminta kepada mahasiswa untuk menebarkan berita-berita positif dan bermanfa’at bagi masyakarat, tepatnya menjadi desiminator Islam Moderat. “Media sosial itu pasar gagasan sekaligus idiologi, karenanya gunakan dengan positif untuk menguatkan tali kebangsaan dan Islam yang rahmatan lil ‘alamin”, katanya.

Dihadapan 1.686 mahasiswa baru IAIN Padangsidempuan berharap agar menjadi mahasiswa yang cerdas kritis sekaligus peka terhadap persoalan di masyarakat. “Anda semua jangan menjadi intelektual di menara gading, tetapi harus turun ke grass roote untuk ikut menyelesaikan problem-problem kerakyatan”, kata Alumni PP. Al Falah Sokaraja Banyumas ini.

“Bangsa ini sangat berharap kepada mahasiswa PTKIN, sebagai corongnya moderasi beragama, karena kelak akan menjadi ahli agama, pendidik, profesional dan pemimpin Indonesia di masa yang akan datang”, tukas Ruchman.

Mengakhiri orasinya Ruchman menegaskan anda semua tidak salah memilih IAIN Padangsidimpuan sebagai tambatan mempersiapkan masa depan. IAIN ini telah dibangun dengan tata kelola yang baik dan dikelola oleh orang-orang yang betul-betul capable, terutama dibawah kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Ibrahim Siregar, MCL, dengan konsep ma’had al jami’ah-nya.

Sumper Mulia Harahap Wakil Rektor Biang Kemahasiswaan dan Kerjasama mengapresiasi kehadiran Bapak Ruchman Basori, karena akan menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita untuk terus berkembang. “ahlan wa sahlan bihuduurikum di Kampus Cerdas Berintegritas. Semoga memberi semangat baru bagi civitas akademika kampus yang sebentar lagi akan berubah menjadi UIN ini”, kata Sumper.

Sumper berharap melalui PBAK, mahasiswa mengenal dengan baik tradisi dan budaya akademik sekaligus kemahasiswaan, sehingga mampu berkembang menjadi sarjana yang berkualitas. “Kampus ini sedang berbenah dengan mengedepankan kualitas. Sebentar lagi akan berdiri perpustakaan yang termegah di wilayah Tabagsel ini”, katanya.

Nampak hadir menyimak orasi kebangsaan PBAK adalah Wakil Rektor I Muhammad Darwis Dasopang, Wakil Rektor II Anhar, para Dekan dilingkungan IAIN Padangsidimpuan, dan sejumlah civitas akademika lainnya.

Orasi Kebangsaan diakhiri dengan pembacaan pantun oleh Ratonggi Kasubbag Humas dan Informasi. “Tanda ni bagas godang//mardua encel sabariba//Tanda ni godang niroha// Mardua tangan manjagitna. Diawal sessi dengan pantun: “Pesawat Garuda turun di Pinangsori// Dikiri kanan banyak kebun tomat//Dihadapan kita telah hadir narasumber pak Ruchman Basori//Mari kita sambut dan dengarkan penuh semangat//yang disambut dengan tepuk tangan meriah 1.688 mahasiswa.(RB/LIP)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 15/08/2019 Jam: 18:15:02 | dilihat: 227 kali

Berita Terkait