Menag: Jangan Sia-Siakan, Selesaikan Tepat Waktu!

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Suryadharma Ali menerima dan menyambut kedatangan Mahasiswa Thailand Selatan yang akan kuliah di 6 Universitas Islam Negeri (UIN) binaan Kementerian Agama. Mereka adalah 50 mahasiswa yang menerima beasiswa (full scholarship) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

“Selamat datang di Indonesia. Mudah-mudahan selama di Indonesia dapat mengikuti pelajaran dengan baik,” terang Menteri Agama ketika menerima kedatangan mereka di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (26/08).

“Saya berharap kalian bisa selesai tepat waktu. Jangan menyia-nyiakan waktu, apalagi kalian tidak perlu lagi memikirkan pembiayaan,” pinta Menag. Sebagai pendamping rombongan mahasiswa, Deputy Secretary General Southern Border Provinces Administrative Center (SBPAC), Abdul Ghani Saleaming, Konsuler Kedubes Kerajaan Thailand di Jakarta Adirat Sukhonta Pirom NA Pattalung, Director of Roreign Affairs Mongkol Sinsomboon.

Menteri Agama dalam kesempatan ini disampingi oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam, serta beberapa pejabat kementerian lainnya.

Menag mengatakan bahwa semua biaya kuliah sudah ditanggung melalui beasiswa Kementerian Agama. Bahkan, kepada perwakilan UIN yang hadir, Menag meminta agar mahasiswa dari Thailand Selatan jangan langsung dikeluarkan kalau terlambat bayar SPP. “Kalau terlambat, itu berarti utang Menag kepada UIN, jangan kuatir,” tegas Menag yang disambut tawa hadirin.

Selain SPP, mahasiswa Thailand Selaran ini juga akan memperoleh biaya hidup selama belajar. “Alhamdulillah termasuk transportasi, juga tidak perlu dipusingkan. Kalau ada pacaran, itu tidak ada biaya pacaran,” canda Menag yang disambut tawa para mahasiswa.

Selama di UIN, para mahasiswa akan menempuh masa studi selama empat tahun untuk S1, dua tahun untuk S2, dan tiga tahun untuk S3.

Menag juga mengingatkan bahwa selain Bahasa Indonesia, para mahasiswa akan dihadapkan pada bahasa lokal masing-masing daerah. “UIN Riau bahasa lokalnya Melayu, UIN Jakarta Bahasa Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bahasa Jawa, UIN Alauddin Makassar bahasa Bugis, UIN Sunan Gunung Jati bahasa Sunda, dan UIN Maliki Malang bahasa Jawa,” terang Menag.

“Inilah kekayaan bahasa di Indonesia,” tambahnya. (mkd)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 30/08/2013 Jam: 07:25:06 | dilihat: 731 kali

Berita Terkait