LULUS Seleksi Australia Short Term Awards, 4 Pengelola PMU 5000 Doktor Kemenag Nyantri di Australia

Kemenag (Australia) – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui PMU Program 5000 Doktor Luar Negeri, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam patut berbangga, empat pengelola PMU 5000 Doktor Luar Negeri berhasil lulus seleksi program Short Course Award (SCA)-International Scholarship Collaboration, Australia Awards Indonesia (AAI) Tahun 2019-2020. Mereka adalah Amiruddin Kuba, MA (Koordinator Bahasa dan Persiapan Akademik), Didin Nuruddin Hidayat, Ph.D, Salamah Agung, Ph.D (Koordinator Wilayah Australia-Eropa-Amerika Utara), Arif Zamhari, Ph.D (Koordinator Wilayah Asia, Afrika dan Amerika). Keempat delegasi Kemenag RI ini akan mengikuti program Short Course Awards (SCA) di Australia selama dua minggu di Griffith University Brisbane dan Australia National University (ANU) Canberra (14-25 Oktober 2019).

SCA merupakan program Australia Awards Indonesia (AAI) yang difasilitasi oleh Kedutaan Australia di Indonesia, sedangkan Griffith Asia Institute, Griffith University bertindak selaku host dalam program ini. SCA kali ini diikuti sebanyak 27 peserta yang berasal dari 17 lembaga pengelola beasiswa yang akan berlangsung dalam tiga tahap yaitu Pre-Course Workshop (17-19 September 2019) di Indonesia, Short Term Award (14-25 Oktober 2019) di Griffith University, Brisbane dan Australia National University (ANU) Canberra, Australia (sedang berlangsung) dan terakhir kegiatan Post-Course Workshop (20-22 Januari 2020) di Indonesia. Lembaga dimaksud yaitu PMU 5000 Doktor Luar Negeri Kementerian Agama RI, Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Setneg RI, Kementerian Keuangan, LPDP, BAPPENAS, BKKBN, Australian Awards in Indonesia (AAI), IPB Bogor, Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Pemerintah Daerah Provinsi Papua, BPSDM Provinsi Papua, Organisasi Amungme and Kamoro Community Development Timika Papua, Pemerintah Provinsi Aceh, BPSDM Provinsi Aceh, dan Pemerintah Kota Lhokseumawe Aceh. Pada akhir program seluruh peserta diminta untuk mempresentasikan project proposal masing-masing baik yang bersifat short term output, medium and long term outcomes.

Menurut Eko Setiono, Senior Program Manager, Australian Embassy Jakarta, latar belakang kegiatan ini didasari oleh adanya kenyataan bahwa para pengelola beasiswa di Indonesia belum terjalin komunikasi yang baik meskipun mereka memiliki tujuan yang sama. Sekretariat Negara dan Kedutaan Australia di Jakarta juga ingin memperkuat hubungan kemitraan (partnership) antara pemerintah Indonesia dan Australia melalui program beasiswa, lanjut Eko. Hal ini juga diamini oleh Devina Mariskova, Awards Cycle Senior Manager, Australia Awards Indonesia (AAI). Menurut Devina, selama ini belum pernah ada kegiatan semacam ini, yang mempertemukan berbagai lembaga pengelola beasiswa di Indonesia baik yang beasal dari lembaga public maupun private sector. Oleh karena itu, program ini merupakan program stategis di antara program-program AAI lainnya. Program ini dimaksudkan agar dapat memiliki nilai tambah dan sharing informasi diantara para pengelola beasiswa Indonesia dan para pengelola beasiswa Indonesia dengan pengelola beasiswa Australia. Selanjutnya, program ini dilaksanakan di Australia dengan tujuan agar para peserta dapat bertemu dan berbagi pengalaman langsung dengan pihak Australia di Brisbane dan Canberra, di samping belajar sambil explore Australia Culture, harap Eko.

Program ini berbentuk rangkaian workshop and presentasi yang membahas beberapa tema atau isu terkait pengelolaan beasiswa program undergraduate dan post graduate. Tema dimaksud antara lain: Overview of the Australian scholarship program. Review strategic impact, strategies of engagement post award, identify lessons learned to support continuous improvement. Special focus on lesson from the AA Global Alumni Engagement Strategy, Fulbright Scholarship Scheme (USA) and the New Colombo Plan (by Prof. Caitlin Byrne); Monitoring and Evaluation the Scholarship Program (by Mr. Jeff Bost); Management of AAI Long-Term scholarship awardees and management information systems lesson from OASIS (by Ms. Kiri Bishop); The role of the Australian University-strategy and objectives from university viewpoint, managing relationships with the sponsoring bodies, MoUs and agreements and promotion of international opportunities. Management of sponsored students in the University (by Shelly Maller, Joe Rogers).

Isu lain terkait dengan Lessons learn from developing a split-country degree in Indonesia and Australia. Joined by scholarship holders in the split-country master’s program; Benchmarking the scholarship cycle in Indonesia and Australia-Best practices in program design and implementation approaches; Lesson learn in implementation of scholarship program-DIKTI (Indonesia) Scholarship program; The Kingdom of the Netherlands program in Indonesia and the Mongolia-Australia Scholarship program Identifying opportunities for collaboration between Indonesia and Australia in Development and delivery of scholarship programs, including opportunities through arising through IA-CEPA (by Mr. Alan Atwell, Dr. Anne Cullen); Tema lain yang disampaikan oleh perwakilan University Queensland, James Cook University, University of New England; Griffith University, the Australia Indonesia Business Council (AIBC)-International Education yaitu The important of Supporting sponsored students to achieve good outcomes (student support and promotion of international opportunities), monitoring and evaluation, reintegration and alumni engagement-the role of University in Australia.

Selanjutnya, tema terkait dengan “Lesson in Alumni Re-Integration and Engagement (including a case study of the Alumni Professional Development Program (APDP). Re-Integration of the scholarship returnees and Indonesia’s Human Development Agenda” (by Prof. Colin Brown). Management of Sponsored students at ANU (by Ms. Hannah Leary); Procurement and contracting strategies and design for scholarship implementation-understanding the essentials and Recognising the opportunities, the Challenges and The Risk; Operational Policies and Procedures; Realising higher level outcomes, minimising risk; Tran operational policies and procedures (by Ms. Elaine Ward). Narasumber lain dari Saudi Arabian Cultural Mission (SACM) yang membahas tema terkait dengan pengalaman pemerintah Arab Saudi dalam memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa doktoral mereka. Di sesi terakhir, panitia mendatangkan pihak Kementerian Keuangan Australia yang diwakili oleh salah satu Direktur dan Asistennya, dengan tema “Setting Up the legislation and governance frameworks”. Selanjutnya hadir pula salah satu Direktur Kementerian Pendidikan Australia dengan tema “Australian Government’s Experience managing scholarship program such as Endeavour and Destination Australia and Collaboration with DFAT on the New Colombo Plan.

Key Program pada Short Course Award ini yaitu: Mr. Alan Atwell (Course Leader and Course Designer), Prof. Caitlyn Byrne (Course Co-Leader and Course Designer-Director of Griffith Asia Institute), Dr. Anne Cullen (Griffith Asia Institute), Ms. Elaine Ward (Co-Course Designer), Ms. Sharm Aboosally (Course Coordinator), Ms. Palupi Anggraeni (Welfare Officer), Mr. Geoff Googe (Project Administrator), and Dr. Geoff Woollams (Interpreter).

Penulis: Amiruddin Kuba (Canberra-Australia)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 23/10/2019 Jam: 11:54:35 | dilihat: 363 kali

Berita Terkait