Perbaikan Tata Kelola Proyek SBSN Untuk Pengembangan PTKIN Tahun 2020 yang Lebih Baik

Jakarta - Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam menegaskan tekad untuk melakukan perbaikan tata kelola Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) menghadapi tahun anggaran 2020.

Tekad tersebut ditegaskan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim GP pada acara Koordinasi Persiapan Proyek SBSN, Kamis (21/11) di Pekalongan.

"Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan PTKI dengan skema pembiayaan SBSN pelaksanaannya harus lebih baik lagi di tahun 2020, hal itu diperlukan kerja keras dan komitmen tinggi serta berorientasi pada mutu," ujar Guru Besar Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut saat menyampaikan arahannya.

Lebih lanjut Arskal menuturkan, guna mencapai tata kelola yang lebih baik, dibutuhkan keberanian dalam hal eksekusi dan pengambilan keputusan di tengah pihak-pihak yang berkepentingan.

"Pekerjaan SBSN mengalami tantangan yang tidak sedikit, karenanya para pengelola harus bonafid dan berorientasi pada kualitas," tegasnya.

Ia berharap, pelaksanaan Proyek SBSN 2020 yang lebih baik lagi tersebut akan berdampak bagi pengembangan PTKIN.

"Saya berharap Proyek 6 in one dapat berjalan dengan baik karena menggunakan sistem multi years contract (MYC)," tandas Arskal.

“Rakyat jangan dikecewakan hanya karena kita kurang profesional dalam mengelola SBSN apalagi kita didampingi oleh Kementerian Keuangan dan Bappenas”, tambahnya.

Sebagai informasi, medio 2015-2019 Kementerian Agama telah membangun sarana dan prasarana PTKIN senilai Rp. 4,801 trilyun dari sumber pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Diantaranya dperuntukan membangun ruang kelas pembelajaran, gedung serbaguna, perpustakaan, laboratorium, dan student center.

Pada Tahun Anggaran 2020 Ditjen Pendidikan Islam diberikan amanah untuk mengelola SBSN yang diberikan kepada 8 PTKIN yaitu UIN Imam Bonjol Padang senilai Rp. 70.223.603.792, UIN STS Jambi Rp. 94.058.383.463, UIN Raden Intan Lampung Rp. 51.396.880.432, UIN SMH Banten Rp. 60.149.431.925, UIN Antasari Banjarmasin Rp. 60.433.154.375, UIN Sunan Ampel Surabaya Rp. 63.612.130.113.

Sedangkan dua PTKIN, IAIN Pekalongan masing-masing mendapat Rp. 40.481.279.000 dan IAIN Palu Rp. 45.000.000.000 karena terkena bencana alam. Sehingga total anggaran SBSN 2020 senilai Rp. 399.873.584.100.

Ruchman Basori Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan mengatakan Koordinasi Persiapan SBSN 2020 dimaksudkan untuk melakukan langkah-langkah persiapan agar pelaksanaan SBSN 2020 berjalan dengan baik, profesinal dan berorientasi pada kualitas.

Kegiatan di ikuti oleh perwakilan 8 PTKIN terdiri dari Wakil Rektor II, Pejabat Pembuat Komitmen, Pokja, dan Tim Teknis SBSN di masing-masing PTKIN. Turut hadir sejumlah pejabat IAIN Pekalongan, Wakil Rektor I Muhisin, Wakil Rektor II Zainal Mustaqim, Wakil Rektor III Muslih, Direktur Pascasarjana Makrum dan para Dekan.


oleh hendri | Edisi Tanggal: 23/11/2019 Jam: 17:58:57 | dilihat: 150 kali

Berita Terkait