Student Mobility Program Kemenag RI, Dosen IAIN Gorontalo Paparkan Hasil Penelitian di Malaysia

Selangor - Rangkaian Student Mobilitu Program (SMP) bagi Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) dan Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masih berlangsung. Agenda kali ini, Jumat (29/11) diisi dengan pemaparan hasil penelitian Dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo di Auditorium Kolej Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia (KUIS).

Tampil sebagai pembicara, Dr. Nova Effenty yang memaparkan penelitian dengan judul "Perspektif Pesantren Terhadap Non Muslim; Studi Kasus di Provinsi Gorontalo" dan Dr. Muhdar, MM yang memaparkan penelitian dengan judul Pemberdayaan Potensi Penerima Zakat Produktif dalam Upaya Optimalisasi Pendapatan Usaha di Kota Gorontalo".

Berbicara kepada para peserta yang memadati ruangan, Dr. Nova Effenty memaparkan, Pondok Pesantren yang memiliki pengalaman hidup dengan komunitas non muslim cenderung inklusif, sementara pondok pesantren yang tidak memiliki pengalaman hidup dengan komunitas non muslim cenderung eksklusif.

"Pesantren berperan penting mengembangkan keagamaan yang inklusif, toleran dan damai," ujar Dosen Fakultas Syariah tersebut.

Saat tiba giliran pemaparan penelitiannya, Dr. Muhdar menyampaikan, optimalisasi pendapatan usaha di Kota Gorontali dilakukan dengan tiga pendekatan; diantaranya pensekatan kelembagaan dengan memperkeuat posisi tawar produk usaha Mustahik.

"Selain itu juga melalui pendekatan pendampingan, yaitu memulihkan rasa percaya diri mustahik atas berbagai kekurangan dan pendekatan manajemen sebagai hal yang ketiga, yaitu dana yang diterima digunakan seefektif mungkin dengan cara memberikan pembelajaran mencatat keuangan secara benar dan tepat," papar Dosen FEBI tersebut.

Pemaparan kedua penelitian tersebut mendapat apresiasi dari Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Kementerian Agama RI, Ruchman Basori. Menurutnya, diseminasi hasil penelitian tersebut menunjukkan bobot kegiatan SMP ini yang syarat dengan nuansa akademik.

"Pemaparan hasil penelitian dosen menambah bobot kegiatan SMP yang syarat dengan nuansa akademik," ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan SMP di inisiasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia, berlangsung tanggal 24-30 November 2019.

Mahasiswa peserta SMP didampingi oleh 36 WR/WK III PTKIN se-Indonesia dan 13 dosen dan juga tenaga kependidikan. Rombonga mengunjungi empat perguruan tinggi tujuan, Kolej Az-Zuhri di Singapura, KUIS-Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (Universitas Islam Antarbangsa Selangor), International Islamic University of Malaysia (IIUM) dan di Fathoni University Thailan.


oleh hendri | Edisi Tanggal: 29/11/2019 Jam: 14:34:51 | dilihat: 124 kali

Berita Terkait