Dari Ciloto; “Meneguhkan Kebersamaan Memajukan Pendidikan”

Kegiatan Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) se-Direktorat Jenderal Pendidikan Islam minus Direktorat PAI yang berlangsung di Ciloto berlangsung kompak, sesuai dengan visi kegiatan yakni dalam rangka meneguhkan kebersamaan untuk peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 5-7 Juni 2013 yang diisi dengan berbagai kompetisi final berbagai perlombaan, seperti futsal, bulu tangkis, tenis meja dan lain sebagainya. Kegiatan dilanjutkan dengan beberapa permainan yang mempunyai filosofi “menuju kebersamaan-kekompakan.” Di sela-sela kegiatan tersebut, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam menyelenggarakan Talk Show tentang Problematika pada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Meskipun hanya berlangsung dua jam, Talk Show ini sangat bermakna dalam meneguhkan kebersamaan. Suasana forum yang begitu cair menggambarkan bahwa semua elemen pada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam berkomitmen kuat untuk melaksanakan serta mensukseskan pelbagai program sebagaimana yang telah direncanakan. Salah satu isu yang diangkat dalam Talk Show tersebut adalah keberadaan system informasi pada pendidikan tinggi perlu ditata. “Sistem pendataan seperti sertifikasi dosen, jumlah lembaga, jumlah mahasiswa simpang siur. Di kita jumlahnya sekian, di perencanaan sekian dengan angka berbeda,” ungkap Ishom Yusqi, Kasubdit Ketenagaan. “Jadi perlu rencana penataan yang sistematis,” tegasnya. Kondisi demikian diaminkan oleh Aceng Abdul Azis, Kasubag Tata Usaha yang memoderatori Talk Show. Menanggapi system informasi ini, Aceng meminta agar setiap kegiatan diupayakan ada berita yang bisa diinformasikan keluar direktorat. “Setiap Subdit harus menyediakan salah satu staff-nya untuk membuat berita kegiatan,” pintanya dengan tegas.

Selain isu system informasi, muncul pula gagasan perlunya kegiatan monumental dan berdampak jangka panjang dan luas. Mastuki mengemukakan bahwa Direktorat Pendidikan Tinggi Islam perlu memunculkan satu kegiatan monumental. “Saat ini kita mempunyai kegiatan AICIS, yang diharapkan bisa menjadi barometer keilmuwan keislaman di Indonesia, masing-masing subdit bisa menelorkan gagasan baru tersebut,” paparnya. Kita tunggu gagasan-gagasan baru muncul pasca Ciloto.** 4N15**


oleh anis masykhur | Edisi Tanggal: 12/06/2013 Jam: 09:33:19 | dilihat: 483 kali

Berita Terkait