Sistem IT DMS “Mengamankan” Mahasiswa

Cipayung, 13/06/2013. Begitulah kesimpulan dari Hasil Rapat Kordinasi LPTK Penyelenggara Program Kualifikasi S-1 Melalui Dual Mode System (DMS). Kesuksesan DMS sebagai sebuah system alternative dalam program kualifikasi sarjana bagi para guru menjadikan program ini dilirik banyak pihak. Para penyelenggara mengkhawatirkan kemunculan mahasiswa “siluman” yang mengatasnamakan produk system ini. Untuk itu perlu ada penguatan system data base mahasiswa program ini. Kementerian Agama tidak bertanggungjawab atas mahasiswa yang mengatasnamakan peserta DMS namun tidak ada dalam data base. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Dual Mode System (DMS) pada hari Kamis s.d. Sabtu, 13-15 Juni 2013 di Hotel Puri Avia Puncak Bogor.

Pada dasarnya, Rapat koordinasi ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Dual Mode System yang telah berjalan empat tahun. Program Dual Mode System diyakini memberikan perubahan yang berarti bagi kualitas para guru dengan peningkatan kualifikasi pendidikan S1. “Dari sisi perkembangan wawasan keilmuwan, jelas lulusan DMS mengalami peningkatan,” tutur Prof. Dr. Aziz Fachrurrazi, MA dalam paparannya. Apalagi dari sisi konfidensi. “Alumni program ini jauh lebih confident dibanding program kelas jauh,” komentar Rudi Susilana, anggota Tim Taskforce DMS pada saat menyampaikan hasil evaluasinya. Dosen Universitas Pendidikan Indonesia juga menyampaikan kebanggaannya bahwa Dual Mode sebagai sebuah model pembelajaran telah mampu menjadi system mandiri. “Kami bangga bahwa hasil evaluasi kali ini menunjukkan perkembangan positif yang menunjukkan konsistensi dalam penerapan sistem dalam DMS,” tegasnya dengan bangga.

Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Dual Mode System ini dibuka oleh Dr. Mastuki HS, Kasubdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI. “Perjalanan DMS yang sudah berjalan empat tahun dan sebagian telah lulus merupakan prestasi tersendiri Kementerian Agama,” ujarnya dalam sambutan pembukaan Rapat tersebut. Program ini telah menjadi icon Kementerian pada periode ini.

Perjalanan koordinasi selama tiga hari ini berlangsung cukup dinamis. Seluruh peserta semangat dalam mengikuti rapat koordinasi ini.

Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program DMS ini diikuti oleh 19 LPTK di seluruh Indonesia sebagai lembaga yang telah terpilih sebagai penyelenggara program DMS. Selain perwakilan penyelenggara Program DMS hadir pula Tim Task Force yang terdiri yaitu Prof. Dr. H. Aziz Fachrurrozi, MA (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr. Achmad Chuffadz (UPI Bandung), Prof. Dr. H. Maksum Muchtar, MA (IAIN Syech Nurjati), Drs. Rudi Susilana, M.Pd (UPI Bandung).***4L1f***


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 18/06/2013 Jam: 14:48:52 | dilihat: 565 kali

Berita Terkait