Direktorat Pendidikan Tinggi Islam 2013 Prioritaskan Peningkatan Mutu

Yogyakarta —Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof. Dr. Dede Rosyada, MA. menegaskan arah program tahun anggaran 2013 adalah peningkatan kualitas dosen dan proses pembelajarannya. Hal tersebut disampaikannya pada acara “Peningkatan Kemampuan Layanan Administrasi”, yang dilaksanakan Senin-Rabu tanggal 10-12 Juni 2013, di Hotel Jayakarta, Yogyakarta.

“Key word peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam adalah dosen, bagaimana mereka semuanya disekolahkan. Bahkan saya juga berharap pegawai di lingkungan perguruan tinggi ikut melanjutkan sekolahnya, “ ujarnya.

Menurutnya, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI melalui anggaran yang tersedia tahun 2013 akan menyekolahkan dosen-dosen perguruan tinggi ke luar negeri di manapun, terutama di perguruan tinggi yang terakreditasi. Pengalaman luar negeri dianggapnya akan memberikan warna yang lebih kreatif dalam proses pembelajaran di kampus.

“Proses pembelajaran harus kawin silang dengan lulusan perguruan tinggi yang berbeda. Pengalaman belajar dan mengajar harus diputar antar perguruan tinggi,” tegasnya.

Dalam upaya peningkatan mutu tersebut, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam akan menyiapkan guide line yang diharapkan menjadi acuan dalam penyusuan program dan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi. Standart mutu yang dikembangkan, menurutnya, harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP). “Walaupun kita tetap memacu peningkatan angka partisipasi, tetapi peningkatan mutu lebh kita utamakan,” katanya.

Berkaitan dengan peningkatan mutu, kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di berbagai kawasan Eropa, Amerika dan Timur Tengah terus dijalin. Pekan lalu pihaknya telah mengunjungi Belgia dengan agenda kerjasama pengembangan tenaga dosen. “Belgia telah mendengar perkembangan PTAIN di Indonesia, disampaikan kepada delegasi Indonesia agar bisa membantu dosen keagamaan Islam atau islamic studies di sana. Direktorat Dikti Islam diminta menyiapkan program tahun ini,” ujarnya.

Kegiatan “Peningkatan Kemampuan Layanan Administrasi” merupakan rangkaian kegiatan ketatausahaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam dalam optimalisasi kinerja pelayanan administrasi internal dan eksternal. Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kasubdit Direktorat Dikti Islam, seluruh pegawai Tata Usaha, dan para pengelola keuangan (PBP dan para PBPP Ditdikti Islam). Bertindak sebagai nara sumber adalah Dr. Hilmy Muhammadiyah (Inspektorat Jenderal Kemenag RI), Lukman Effendy (Kementerian Keuangan), dan Ahmad Gufron, M.Kom. (Pinmas Kemenag RI).

Menurut Direktur, inti dari pelayanan prima adalah tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) atas seluruh proses bisnis di lingkungan direktorat. Prinsip penyusunanannya adalah cepat, tetap, akurat, murah, dan menyenangkan. “Jadi masalah pelayanan kita adalah, kapan SOP akan dilaksanakan?,” katanya. (Sumber: TU Dikti Islam/Atri)


oleh Ajang Pradita | Edisi Tanggal: 01/07/2013 Jam: 11:45:46 | dilihat: 484 kali

Berita Terkait