Gairah Melawan Keterbatasan dengan Inovasi

Diktis (Mojokerto, 20/2) – Keterbatasan anggaran yang ada pada PTKI Swasta tidak menyurutkan pimpinan dan dosen PTKI untuk tetap berkreasi dan berinovasi. Kesimpulan itulah yang setidaknya bisa diambil dari dua kegiatan besar yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Dosen Peneliti (FKDP) pada Kopertais IV (Jawa Timur, NTB, Bali) dan Forum Komunikasi PTKI Swasta Koeprtais X (Jawa Tengah).

FKPTKIS Kopertais X menyelenggarakan penguatan kompetensi dosen di bidang penelitian berbiaya mandiri di Salatiga, 17-18 Februari 2017. Sedangkan FKDP Kopertais IV menggelar Konferensi Tahunan Nasional Pendidikan Islam (Annual Conference on Islamic Education, ACIED) dan Temu Jaringan Peneliti Ke-2 yang diselenggarakan di STIT Nahdlatul Ulama Mojokerto.

Mohammad Zain, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan apresiasi serta rasa harunya atas inisiatif para dosen yang menyelenggarakan kegiatan yang menyamai even konferensi tahunan AICIS yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. “Kegiatan ini akan menjadi lebih berkualitas jika disupport oleh pemerintah,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan. Di hadapan para peneliti, Zain menyampaikan bahwa dosen tidak boleh bosan untuk melakukan penelitian selain mengajar dan ditambah lagi tugas mempublikasikan hasil penelitiannya.

Di tempat yang berbeda, Anis Masykhur, Kepala Seksi Penelitian juga menyatakan hal yang sama. Forum Komunikasi PTKI Swasta di Kopertais 10 menghadirkan para dosennya untuk meningkatkan kompetensi dan kepeduliannya di bidang penelitian. “Inovasi dan kreasi seperti yang diselenggarakan ini adalah salah satu bentuk melawan keterbatasan,” kata Anis mengawali ucapan apresiasinya. “Kita semua berharap, Kopertais lain juga akan melakukan langkah yang sama,” harapnya lebih lanjut.

Meneguhkan Keberpihakan Peneliti di Konferensi Nasional

Di awal paparan Muhammad Zain disampaikan tentang pentingnya belajar, dan perlu untuk ditingkatkan tanpa melihat jabatan apapun. Untuk menguatkan pernyataan “pentingnya belajar”, dengan mengutip salah satu hadits “Kun ‘aliman aw muta’alliman, aw muridan, aw mustami’an”.

Di samping belajar yang tidak mengenal waktu dan kondisi, salah satu bentuk belajar adalah meneliti, selanjutnya mengajar, sehingga apa yang disampaikan oleh Dosen kepada mahasiswa benar-benar berbasis riset. Karena dengan penelitian, seorang dosen bisa dibedakan kualitasnya dengan Guru/Ustad. Dilanjutkan menuliskan hasil risetnya untuk dipublikasikan. Publikasi adalah ekspressi yang jelas untuk menunjukkan keberpihakan penelitian para dosen, apakah untuk kepentingan jangka pendek atau jangka panjang.

Forum ini menjadi forum akademik yang meneguhkan keberpihakan peneliti, tanpa pandang paradigma ideologi ataupun pemikiran. Maka, tidak aneh jika kemudian di dalam salah satu sessi pararel didiskusikan tentang kajian post kolonial.

Kajian "post kolonial" turut serta mewarnai dalam konferensi dan Temu Jaringan Peneliti Dosen FKDP di STITNU Alhikmah Mojokerto. Dalam sessi sidang pararel, wacana-wacana “pinggiran” merangsek ke alam pikiran para dosen tersebut. Sebagai contoh analisis Teun van Dijk mewarnai dalam beberapa kajian tentang civil society, ritual sajen di Jombang, dan budaya pembacaan naskah kuno "memacak" di Lombok.

Analisis wacana van Dijk sebenarnya merupakan analisis wacana kritis sebagai bentuk kritik atas fenomena ketimpangan sosial. Van Dijk mencoba melawan tradisi hegemonik melalui wacana baru. Teori van Dijk bisa saja menjadi langkah awal untuk membongkar ketidakmapanan fenomena sosial dari sebuah berita yang ada. Apalagi jika diperkuat dengan teori lain misalnya Michel Foucoult tentang "madness and civilization". Beberapa presenter mencoba menjelaskan perbandingan paradigma barat tentang civil society, Islam dan masyarakat madani serta implikasi logisnya.

Diskusi-diskusi kritis ini menunjukkan adanya "kegairahan" baru di kalangan dosen-dosen PTKI dalam bidang riset dan kajian akademik yang harus mendapatkan perhatian negara. (ir/N15)


oleh Subdit Penelitian | Edisi Tanggal: 21/02/2017 Jam: 14:44:54 | dilihat: 654 kali

Berita Terkait