Kemenag Bahas Standar Keagamaan PTKI dengan Konsorsium Asosiasi Keilmuan

Yogyakarta (Diktis) – Gagasan mengenai perlunya regulasi tentang standar keagamaan yang muncul di PTKI semakin kuat untuk direalisasikan. Setelah pertemuan di Banjarmasin dengan para Wakil Rektor PTKIN dan pertemuan Tim 9 di Bali, hari ini Kementerian Agama, melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Sub Direktorat Pengembangan Akademik mengadakan pembahasan standar keagamaan dengan Konsorsium Asosiasi Keilmuan PTKI.

Sebelumnya ditegaskan bahwa standar keagamaan ini bukanlah dimaksudkan untuk menandingi Standar Nasional Perguruan Tinggi yang telah ada, namun lebih pada melengkapinya dengan beberapa tambahan standar keagamaan yang berlaku untuk PTKI.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Ishom Yusqi saat dikonfirmasi secara terpisah berpesan bahwa harus ada korelasi antara standar keagamaan dan islam yang moderat. "Standar keagamaan harus menjamin kuatnya pemahaman agama yang toleran, moderat dan rahmatan lilalamin" ujar Ishom.

Menurut Kasubdit Pengembangan Akademik Dr. Mamat S. Burhanuddin, bahwa perlunya standar keagamaan ini bukan dimaksudkan menyeragamkan model keagamaan di perguruan tinggi islam, tapi cenderung memperkuat regulasi bagi perguruan tinggi islam dalam mengembangkan mutu keagamaan PTKI.

“Adapun dalam standar keagamaan ini dapat mengukur sejauh mana mutu keagamaan pada masing-masing PTKI agar kami dapat mengambil kebijakan atau treatment yang sesuai” Jelas Mamat

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 10-12 Agustus 2017 di Yogyakarta ini mengundang berbagai asosiasi keilmuan untuk diminta masukan gagasan dan saran terkait standar keagamaan yang berisi tentang standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan pembelajaran. (dnt)


oleh Subdit Akademik | Edisi Tanggal: 11/08/2017 Jam: 11:13:24 | dilihat: 729 kali

Berita Terkait