M. Zain: Peneliti Muda PTKI perlu belajar bersama Peneliti ATN

Diktis (Makassar, 28/10) - Pekan ini, para peneliti muda dari berbagai universitas di Indonesia hadir di Makassar untuk mengikuti seminar dan workshop yang dipandu oleh para peneliti senior dari berbagai perguruan tinggi Australia. Acara yang digelar 26-27 Oktober 2017 ini merupakan perhelatan kedua setelah sebelumnya juga diselenggarakan di Jakarta, 23-24 Oktober 2017.

Acara tahunan bergengsi yang terselenggara berkat kerjasama Australia Technology Network (ATN) of Universities, dengan MoRA Kementerian Agama dan Kemenetistek Dikti ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan meneliti para peneliti muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan yang bertajuk 2nd Inspiring International Research Excellence(IIRE) ini dihadiri para peneliti senior dari perguruan tinggi anggota ATN, yakni RMIT University, University of South Australia, Curtin University, University of technology Sydney, dan Queensland University of Technology.

Karien Dekker, pimpinan delegasi peneliti Australia dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini dilakukan guna membantu peneliti muda merencanakan studi PhD dan melakukan riset kolaborasi internasional bersama dengan para peneliti senior di perguruan tinggi anggota ATN.

Kehadiran para peneliti senior Australia di acara ini juga untuk memberikan inspirasi kepada para peneliti muda mengenai tema-tema penelitian unggulan berbasis industri yang sedang menjadi tren penelitian di Australia.

Keenam peneliti Australia yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan ini berbagi inspirasi dalam dua sesi. Pada sesi workshop mereka berbagi strategi mengembangkan proposal yang berkualitas, strategi publikasi hasil riset dan cara membangun sumberdaya pendukung riset. Pada sesi paralel, mereka berbagi hasil riset mereka, yakni pada bidang tata kota, kebijakan publik, energi terbarukan, kesehatan masyarakat, dan teknologi pangan. Semua tema kelas inspirasi terlaksana sesuai rencana, minus pendidikan inklusif.

Dalam sebuah kelas paralel tentang kebijakan publik, Dr. Bligh Grant berbagi pada peneliti muda bahwa penelitian kebijakan pemerintah lokal sangat mudah dilakukan di Indonesia karena Indonesia memiliki banyak pemerintahan lokal dengan kebijakan yang sangat unik. Untuk menginspirasi peserta, ia menyatakan bahwa banyak tema penelitian menarik yang dapat diangkat dari politik pemerintah daerah, diantaranya hubungannya dengan isu keamanan nasional, manajemen pencegahan dan penanggulangan bencana, dan pengelolaan sampahdan penyediaan air bersih.

Riset Belum Menghasilkan Teori Baru

Pada sesi berbeda, M. Zain, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Pendidikan Islam Kementerian Agama, menyatakan bahwa IIRE merupakan momentum yang sangat penting bagi Kementerian Agama karena mendukung pelaksanaan amanah integrasi keilmuan perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama.

“Para lectures dan researchers’ kementerian Agama bisa bertemu di sini, harapannya para dosen bisa melakukan riset kolaboratif nasional dan internasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini M. Zain juga memaparkan bahwa Kementerian Agama juga sedang serius menyelenggarakan international collaborative research yang telah dikembangkan menjadi 13 kluster riset, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 9 kluster.

Ia mempersilakan pada para profesor ATN untuk bekerja sama dengan para peneliti muda PTKI Kementerian Agama guna melakukan riset kolaboratif dalam kluster International Collaborating Research yang dibuka rutin setiap tahun melalui portal litapdimas.kemenag.go.id.

International Collaborating Research hadir karena dalam riset sosial keagamaan setahun terakhir menemukan teori-teori baru, hanya merujuk pada teori-teori sosial yang sudah mapan puluhan tahun, meskipun telah banyak penelitian yang mengkritiknya. Ia kemudian mencontohkan dihadapan hadirin bahwa trikotomi Clifford Geertz masih kerap dirujuk meskipun telah ada penelitian Robert W. Hefner maupun Andrew Beatty.

M. Zain sangat mengapresiasi terselenggaranya IIRE dan berharap para peneliti muda dapat memanfaatkan event ini untuk berjejaring dan berkolaborasi melakukan penelitian kolektif dengan para profesor ATN. (Zaka).


oleh Subdit Penelitian | Edisi Tanggal: 28/10/2017 Jam: 12:16:00 | dilihat: 710 kali

Berita Terkait