KEMENTERIAN AGAMA TELAH MENYALURKAN BEASISWA BIDIK MISI

Jakarta-DIKTIS. Di tahun 2013, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam melaui Subdit Sarana Prasarana dan kemahasiswaan telah menyalurkan bantuan beasiswa Bidikmisi bagi para siswa yang baru melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi dan mahasiswa yang sedang dalam proses studi (on going) di perguruan tinggi yang ada di bawah naungan Kementerian Agama RI.. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Dra. Hj. Siti Sakdiyah, M.Pd, di sela-sela kesibukan rutin di kantor Kementerian Agama RI.

Sebagaimana dalam paparannya, Dra. Hj. Siti Sakdiyah, M.Pd, selaku Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam telah menyampaikan beberapa hal terkait program Bidikmisi ini, baik peserta yang sedang dalam proses studi (on going) maupun yang merupakan rekrutmen baru. Suatu hal mendasar beliau menyampaikan bahwa program Bidikmisi merupakan program bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan biaya hidup bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik, namun tidak mampu secara ekonomi. Program ini sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sejak tahun 2010 dengan alokasi kuota masing-masing yang bervariasi setiap tahun. Untuk kuota tahun 2010 ada sebanyak 1.370 peserta yang berasal dari 28 Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI. Pada tahun 2011 kuota peserta program Bidikmisi sebanyak 2.010 orang. Sedangkan untuk tahun 2012 kuota beasiswa bidikmisi berjumlah 2100 orang peserta yang berasal dari 32 Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP). Adapun di tahun 2013 ini kuota untuk program Bidikmisi ini menjadi 2.220 orang peserta yang tersebar di 52 Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri seluruh Indonesia dan anggaran untuk ini sudah tersedia dalam DIPA masing-masing PTAIN. Fluktuasi jumlah peserta dan asal peguruan tinggi penerima program ini dipengaruhi oleh besaran anggaran setiap tahun yang tersedia untuk alokasi program ini.

Dalam penjelasan lanjut, beliau menerangkan bahwa pada awalnya pengelolaan Beasiswa bidikmisi berada di naungan Kemendikbud, dengan menyertakan 28 Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, namun pada akhir tahun 2011 Kemendikbud menyerahkan pengelolaan program Bidikmisi bagi mahasiswa PTAIN kepada Kementerian Agama. Pada tahun 2012 Kementerian Agama baru memulai rekrutmen penerima beasiswa Bidikmisi. Penerima Bidikmisi tahun 2010 dan tahun 2011 yang semula di rekrutmen oleh Kemendikbud, pada tahun 2013 ini anggarannya dibebankan ke DIPA Kementerian Agama RI dan pada bulan Juli 2013 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menyalurkan beasiswa tersebut ke seluruh penerima untuk 1 (satu) semester, semester berikutnya insya Allah akan digulirkan setelah DIPA APBN-P turun.

Dalam sambutannya Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. H. Dede Rosyada, MA, senada dengan Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasaiswaan menaruh harapan, “agar pengelola program ini betul-betul mengetahui agar peserta yang telah terjaring dalam program bantuan beasiswa ini tepat sasaran dan memenuhi kompetensi dan kualifikasi dengan sebaik-baiknya.” Di samping itu supaya pengelola senantiasa mengontrol progress report dari waktu ke waktu, baik proses dan keberlangsungan program ini.

Harapan dari progress report ini berkaitan dengan data jumlah siswa yang sudah terdaftar sebagai mahasiswa, yang sedang proses maupun yang sudah lulus. Berdasarkan realitas yang ada, maka DIKTIS akan mengukur kemungkinan bantuan beasiswa Bidikmisi untuk tahun 2014.

Disikusi secara Komprehensif mengenai program Bidikmisi ini telah dibahas dalam kegiatan “Rapat Persiapan Program Bidik Misi” di Hotel Pangrango Bogor pada tanggal 18-20 Juni 2013 yang dihadiri seluruh perguruan tinggi pengelola program beasiswa tersebut. (Fikri)


oleh Subdit Sarpras & Kemahasiswaan | Edisi Tanggal: 24/07/2013 Jam: 10:42:34 | dilihat: 2494 kali

Berita Terkait