Kamaruddin Amin: Corak Keberagamaan Masyarakat Dipengaruhi Corak Perguruan Tinggi

Tangerang (10/12) - Itulah yang disampaikan Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, di acara Ngopi Nusantara (Ngobrol Pendidikan Islam Nusantara) Sabtu (9/12) kemarin. Kamaruddin mencontohkan pengaruh kuat tersebut terjadi pada beberapa perguruan tinggi di Timur Tengah yang turut aktif menyebarkan mazhab agama negara.

Dengan contoh tersebut, Kamaruddin ingin menekankan bahwa peran PTKI di negara ini juga memegang peran penting dalam menebarkan moderasi Islam (islam wasathiyah). Dia mengajak elemen perguruan tinggi agar Islam moderat didiseminasikan kepada masyarakat dengan tepat. "Kita ini paling berhak mengklaim sebagai penyebar Islam wasathiyah saat ini, " ujarnya di hadapan aktivis pers mahasiswa dan pers nasional di acara kongkow-konkow dalam gelaran Ngopi Nusantara tersebut.

Di acara tersebut, hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, KH Zawawi Imron, didampingi Mastuki, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi dan Imam Safe’i, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Dengan dimoderatori Hadi Rahman, Staff Ahli Menteri Agama, diskusi berlangsung santai ditambah dengan nuansa gelaran acara Ngopi Nusantara. Pertemuan yang didesain dalam format talkshow ini banyak menginformasikan perkembangan pendidikan dan kebijakannya di Kementerian Agama, seperti program 5000 Doktor, Program Beasiswa bagi mahasiswa asing, dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya juga menginformasikan kalangan media terhadap beberapa kebijakan di bidang pendidikan.

Ssalah satu contoh yang menarik dikemukakan adalah komentar wartawan Senior, Asrori S. Karni. Menurutnya, setidaknya ada dua langkah yang telah dilakukan Kementerian Agama dalam bidang pendidikan yang mendapatkan apresiasi masyarakat, yakni formalisasi Ma`had Aly dan transformasi kelembagaan PTKIN ke UIN. Meskipun demikian ada sejumlah kekhawatiran dengan dua langkah besar tersebut. "Formalisasi Ma`had Aly akan menjadi pilihan utama masyarakat jika hendak mengkaji agama. Akibatnya, kualitas keagamaan input UIN tidak akan sebagus periode IAIN tahap pertama," komentar Asrori S Karni. Sebagai jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asrori juga menyarankan tentang perlu tidaknya PTKI itu mempunyai distingsi tertentu di bidang keislaman tentunya.

Acara kongkow ini dihadiri aktivis pers mahasiswa, wartawan senior media nasional, dan juga aktivis media di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam. Acara ini digelar dalam rangka mengkomunikasikan kebijakan pendidikan Islam melalui media mitra kementrian. (n15)


oleh Subdit Penelitian | Edisi Tanggal: 11/12/2017 Jam: 13:59:20 | dilihat: 366 kali

Berita Terkait