Kemenag Meneguhkan Integrasi Ilmu sebagai Distingsi PTKI

Bogor (DIKTIS) – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam terus berupaya untuk meningkatkan kualitas mutu akademik Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang distingtif menjadi rujukan destinasi pendidikan tinggi keagamaan dunia. Dalam rangka tersebut Kemenag mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang integrasi keilmuan di Bogor, (22/2).

Salah satu syarat Transformasi IAIN Ke UIN adalah mewujudkan integrasi keilmuan. Hal ini dapat mendorong kolaborasi berbagai disiplin ilmu baik mata kuliah maupun risetnya.

Arskal Salim, Direktur PTKI dalam sambutannya mengatakan perlunya langkah kongkrit dalam implementasinya. “Paradigma integrasi keilmuan ini harus segera diturunkan dalam bentuk kurikulum, buku teks, modul dan peningkatan SDM. Dengan transformasi menjadi UIN, integrasi kelimuan menjadi mandat yang harus dilaksanakan” Kata Arskal saat FGD di Bogor, Kamis (22/2).

“Kita harus menyampaikan pada dunia bahwa islam adalah sains dan sains adalah islam. Salah satu aspeknya (integrasi keilmuan) adalah pembuatan kerangka/model yang akan diadopsi oleh PTKIN. Kemudian petakan langkah-langkah selanjutnya: pembentukan pokja serta memetakan cabang-cabang ilmu sains dan ilmu keislaman untuk memberikan pandangan baru” tambah Doktor lulusan Australia ini.

Kepala Sub Direktorat Pengembangan Akademik, Mamat Burhanudin menyatakan bahwa perlunya rumusan kebijakan yang bersifat nasional dalam pengembangan integrasi keilmuan. “Kita berharap agar semua PTKIN ikut mempunyai andil dalam integrasi keilmuan,” Kata Mamat.

“Adapun langkah yang harus dilakukan dalam mengawal integrasi perkembangan integrasi keilmuan, akan dilaksakan forum lanjutan dengan mengundang stakeholder untuk mendiskusikan indikator-indikator hingga kemunculan produknya,” tegas Mamat. (dnt)


oleh Subdit Akademik | Edisi Tanggal: 23/02/2018 Jam: 09:21:58 | dilihat: 823 kali

Berita Terkait