Kemenag Gelar Workshop Kerjasama International Di Lingkungan PTKIN

Bogor (Dit. PTKI) – Dalam rangka Intenationalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam menggelar Wokshop Kerjasama International di Lingkungan PTKIN, Selasa-Kamis, 27 Feb – 01 Maret 2018 di Royal Hotel Bogor. Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, MA (Direktur PTKI), Agus Sholeh, M.Ed (Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama), Iwan Yusuf, MM (Kasi Kerjasama), Lelis Tsuroya (Kasi Pembinaan Kelembagaan PTKIN), Zidal Huda, MH (Kasi Penjaminan Mutu) dan Amiruddin Kuba, MA (Kasi Pembinaan Kelembagaan PTKIS). Selain pimpinan di lingkungan Direktorat PTKI kegiatan juga dihadiri oleh Pimpinan PTKIN yang menangani bidang kerjasama serta menghadirkan narasumber M. Aji Surya (Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri, Kementerian Luar Negeri) dan Dr. Bahrul Hayat (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Agenda utama kegiatan ini adalah menyusun draf petunjuk teknis kerjasama luar negeri dan pedoman rekruitmen beasiswa mahasiswa asing yang akan dilaksanakan periode tahun 2018/2019.

Dalam sambutannya Direktur PTKI Arskal Salim menyampaikan bahwa penguatan kerjasama dalam bidang pengiriman dosen dan mahasiswa asing harus dicermati dengan lebih teliti terhadap juklak dan juknisnya serta pedoman dalam pelaksanaan program ini agar bisa berjalan dengan baik. “Kementerian telah bertemu dengan para atase pendidikan dari beberapa kedutaan besar dan program ini disambut dengan baik, ini di luar imajinasi yang pada mulanya tidak dipikirkan namun menjadi motivasi untuk bisa lebih baik”, jelasnya.

Selain promosi beasiswa mahasiswa asing kepada kedutaan besar Negara lain, hal yang juga penting adalah kesiapan PTKIN dalam menerima program ini. “UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Kalijaga dan IAIN Purwokerto saat ini sudah siap tanpa digagas sudah berjalan selama ini dan saya berharap PTKIN lain juga memiliki kesiapan yang sama dalam menerima program ini, pinta Arskal.

“Pesan Presiden dan seluruh jajarannya bahwa untuk mendapatkan daya saing bangsa di dunia International, Indonesia tidak hanya menjadi Negara sebagai penerima beasiswa namun sudah saatnya memberikan beasiswa”, tegasnya. Saya berharap bagi PTKIN yang memiliki mahasiswa asing agar menyiapkan lembaga bahasa Indonesia serta data base yang kuat.

Menurut M. Ari Aji Surya meminta program ini disiapkan secara baik dan dikemas dengan menarik. “Apa distingsi dan exelency dari PTKIN kita harus disajikan dengan bagus dan target pasar yang pas semuanya harus jelas” pinta Direktur SESDILU Kemenlu RI.

Sementara menurut Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama (Agus Sholeh) pertemuan ini akan menyusun desain dan pedoman kerjasama yang merujuk pada PMA tentang bantuan asing. “Kami berharap para pimpinan yang melakukan perjalanan ke Luar Negeri saat ini tidak lagi mencari beasiswa namun sudah saatnya mencari mahasiswa yang akan diberi beasiswa di PTKI kita”, harap Agus.

“Semoga tahun ini program Internationalisasi PTKI dan program beasiswa mahasiswa asing ke Indonesia bias berjalan dengan lancer dan baik”, harap Iwan Yusuf selaku Kasi Kerjasama. (Iwan/Alip)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 02/03/2018 Jam: 17:00:23 | dilihat: 1068 kali

Berita Terkait