Kemenag Gelar Workshop Evaluasi Pelaporan PDDIKTI

Padang - (Kemenag) Dalam rangka implementasi amanah Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan Workshop Evaluasi Pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 28-30 Mei 2018, di Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini di hadiri oleh operator PDDIKTI dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri sebanyak 58 lembaga dan 13 Kopertais seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya Rektor UIN Imam Bonjol menyampaikan bahwa data PDDIKTI ini sangat penting. Pimpinan harus sadar terhadap PDDIKTI, saya akan sampaikan ke forum rektor bagaimana pentingnya PDDIKTI ini, jelas Eka Putra Wirman Rektor UIN Imam Bonjol Padang saat membuka acara.

“Pimpinan PTKI harus memberikan perhatian yang maksimal ke LPM dan TIPD. Sekarang kita sudah memasuki dunia penjaminan mutu eksternal melalui BAN PT secara online melalui SAPTO sehingga mau tidak mau lembaga dipaksa untuk menyiapkan ketertiban dan kelengkapan data secara online juga pada laman forlap PDDIKTI”, tambahnya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim berkomitmen untuk membangun dan membenahi data PTKI yang selama ini memang kurang mendapatkan perhatian khusus oleh para pimpinan. PDDIKTI merupakan kumpulan data penyelenggaraan Pendidikan Tinggi seluruh Perguruan Tinggi yang terintegrasi secara nasional.

“Direktorat PTKI memiliki program strategis yang menjadi prioritas utama yaitu mutu, relevansi, akses dan yang tidak kalah penting adalah tata kelola. Peningkatan kualitas dan mutu PTKI tidak akan pernah terlepas dari data. Data menjadi penopang dalam proses akreditasi”, terang Arskal Salim di Padang, Selasa (29/05).

“PTKI harus mengelola PDDIKTI dengan baik, professional dan akuntabel agar data yang disajikan adalah data yang valid serta data yang dapat dipertanggungjawabkan”, pinta Arskal.

Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Agus Sholeh menyatakan bahwa operator adalah ujung tombak data pada PTKI, sehingga pimpinan harus peduli dan memperhatikanya baik fasilitas maupun kesejahteraanya.

Menurut Lelis Tsuroya selaku Kasi Pembinaan Kelembagaan PTKI-Negeri menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep klinik PDDIKTI. Dengan klinik ini diharapkan permasalahan yang ada di PTKI bisa diselesaikan dengan cepat dan tuntas.

Tim POKJA membuka layanan Klinik PDDIKTI yang terbagi menjadi 5 tim yaitu Tim Registrasi Pendidik, Perubahan Data Dosen, Perubahan Data Mahasiswa, Penambahan Prodi dan Perubahan Nomenklatur, dan Migrasi Data.

Selain narasumber dari internal kegiatan ini juga menghadirkan narsumber dari Kemenristekdikti yaitu Hendro Witjaksono (Kasubdit Kompetensi Sumber Daya Manusia), Franofa Herdiyanto, David Aulia Akbar Adhieputra, M. Nasser dan Jonathan dari Tim Pusat Data dan Informasi Kemenristekdikti. (Alip)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 31/05/2018 Jam: 14:08:50 | dilihat: 327 kali

Berita Terkait