Kemenag Sediakan Beasiswa untuk Mahasiswa dari Afganistan

Jakarta (Kemenag) - Kementerian Agama Republik Indonesia menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Islam Afganistan untuk mempromosikan Kerjasama Pendidikan dalam Bidang Pendidikan Tinggi Islam.

Kerjasama tersebut ditandatangani pada hari Senin, 25 Juni 2018 di Ruang Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dirjen Pendidikan Islam (Kamaruddin Amin), Wakil Menteri Bidang Akademik (Abdul Tawab Balakarzai), Direktur PTKI (M. Arskal Salim GP), Direktur Urusan Beasiswa dan Kerjasama International (Elham Shaheen) Afganistan dan para Kasubdit di lingkungan Direktorat. PTKI.

Kamaruddin Amin menyambut baik kerjasama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Afganistan dalam bidang Pendidikan Tinggi Islam. “Kita akan memberikan beasiswa kepada para mahasiswa dari Afganistan yang akan menempuh pendidikan di PTKIN", ujarnya.

“Untuk tahap awal, sinergi ini akan dimplementasikan dalam bentuk pemberian beasiswa kepada 8 (delapan) orang untuk jenjang S2 dan S3 yang akan belajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta”, jelas Kamaruddin Amin.

Sementara itu Deputi Menteri Pendidikan Afghanistan Abdul Tawab Balakarzai menyampaikan bahwa pihak Afganistan sangat senang dengan kerjasama ini akan berharap berdampak positif dan bermanfaat untuk para mahasiswa.

“Ia menyatakan bahwa ada kerjasama lain yang telah dibuat namun belum terealisasi, semoga kerjasama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia bisa terlaksana dengan baik”, harap Abdul Tawab Balakarzai.

Pada kesempatan tersebut Direktur PTKI menambahkan bahwa dalam 5 tahun ke depan Kementerian Agama akan memberikan beasiswa sebanyak 100 orang kepada mahasiswa Afganistan.

Arskal Salim menambahkan bahwa selain program beasiswa, kedua negara juga akan kerjasama untuk mendukung penelitian yang sesuai dengan keahlian para Profesor Afganistan. "Kami akan kembangkan kerjasama dalam pelaksanaan lokakarya, konferensi, pertukaran mahasiswa, dosen dan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat untuk kedua negara", ungkap Arskal.

(Alip)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 27/06/2018 Jam: 06:56:09 | dilihat: 3187 kali

Berita Terkait