Perluasan Akses Pendidikan Tinggi untuk Masyarakat di Daerah 3T

Perluasan akses pendidikan tinggi merupakan bagian dari rencana strategis Peningkatan Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Salah satu wujud program dari perluasan akses adalah program beasiswa Adiktis yang mulai dilaksanakan pada tahun 2015. Dengan segala keterbatasan Alhamdulillah program Adiktis dapat berjalan sampai sekarang.

Program beasiswa Adiktis yang dilaksanakan pada tahun 2017 berbeda dengan beasiswa Adiktis yang dilaksanakan sebelumnya. Sebelumnya fokus sasaran hanya pada calon mahasiswa daerah Papua dan Papua Barat, sekarang fokus sasaran diperluas ke daerah tertinggal, terluar dan terdepan atau sering disebut dengan daerah 3T. Ungkap Safriansyah dalam pembukaan kegiatan Koordinasi Penyelenggara Program Beasiswa Adiktis yang berlangsung pada tanggal 29-31 September 2018 di Banjarmasin.

Safriansyah selaku Kasubdit. Sarana Prasarana dan Kahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis Kemenag RI, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Perguruan Tinggi Penyelenggara Program Adiktis Tahun 2017, yang telah berjuang dengan sepenuh hati melaksanakan program Beasiswa Adiktis ini, mengingat keterbatasan waktu pada awal perekrutan calon mahasiswa sehingga membutuhkan tenaga ekstra.

"Kita semua harus mempunyai pemikiran yang besar dalam menjalankan program beasiswa Adiktis ini. Karena kita menyiapkan generasi bangsa yang saat ini sudah memasuki era revolusi Industri 4.0." jelas Safriansyah.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ruchman Basori, Kasi Kemahasiswaan. Beliau menambahkan tujuan dilaksanakan Rakor ini untuk memperkuat dan mengevaluasi pelaksanaan program Adiktis yang telah memasuki semester ketiga, meski tahun anggaran 2018 tidak ada anggaran rekrutmen baru mahasiswa Adiktis. PTP Adiktis diharapkan tetap semangat menjalankan program ini, Insya Allah tahun 2019, kami akan mendorong dan mengupayakan meningkatkan anggaran untuk pelaksanaan program Beasiswa Adiktis ini. Tandas Ruchman.

Salah satu peserta dari PTP Adiktis, yaitu STIBA Banyuanyar Pamekasan Madura mengungkapkan, bahwa program beasiswa Adiktis ini sangat ditunggu oleh masyarakat Madura dan sekitarnya, karena di daerah Madura ada 2 kabupaten yang memang masuk dalam kategori daerah 3T. Oleh karena itu kami berharap anggaran program beasiswa Adiktis ini ditingkatkan sehingga masyarakat luas dapat lebih mudah untuk mengaksesnya.

Pada kesempatan yang sama Rahmawati Hafidz, Kasubbag pelaksanaan anggaran dan perbendaharaan Ditjen Pendis menjelaskan bahwa pada saat ini Kementerian Agama dalam hal melaksanakan bantuan dan beasiswa sedang dalam tahap penyesuaian peraturan. Terdapat dua jenis bantuan, yaitu bantuan sosial dan bantuan pemerintah. Program beasiswa Adiktis ini masuk pada kategori Bantuan Pemerintah dengan akun 52. Oleh karena itu diharapkan PTP Adiktis dapat mempertanggungjawabkan secara akuntabel dan transparan dalam pengelolaan bantuan ini. Ke depan semoga penyaluran beasiswa Adiktis akan diusahakan lebih tepat waktu, agar pelaksanaan program ini berjalan lebih baik lagi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, dihadiri seluruh PTP Program Beasiswa Adiktis Tahun 2017, yaitu yaitu (1). STAI Kapuas Palangkaraya, (2). STIBA Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, (3). STIT Raden Santri Gresik, (4). FAI UNUSIA Jakarta, (5). STIT Tunas Bangsa Banjarnegara, (6). STAI Nurul Iman Parung Bogor, (7). STAI Al-Anwar Sarang Rembang, dan (8). STAI Rasyidiyah Khalidiyah Amunati Kalimantan Selatan. PTP Adiktis sangat mengapresiasi kegiatan ini dan diharapkan pihak Kemenag dapat melaksanakan monitoring ke PTP, agar pelaksanaan program ini berjalan lebih optimal. (Djazuli).


oleh Subdit Sarpras & Kemahasiswaan | Edisi Tanggal: 01/09/2018 Jam: 08:18:25 | dilihat: 858 kali

Berita Terkait