Kunjungan Direktur Diktis dengan Delegasi Menag RI ke Maroko

Maroko (17-21/07/2013) - Menteri Agama RI Dr. H. Suryadharma Ali dengan rombongan berkunjung ke Maroko tanggal 17- 21 Juli 2013 dalam rangka penandatangan MoU dengan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Maroko . Anggota delegasi yang menyertai Menteri Agama yaitu Direktur Jendera Pendidikan Islam Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, dan Direktur Wakaf Ditjen Bimas Islam Dr. H. M. Attamimy, M.Ag dan lainnya.

Agenda utama Menteri Agama RI ke Maroko adalah mengadakan pertemuan dengan Menteri Wakaf dan Urusan Islam Maroko Dr. Ahmad Taufiq yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Kerja Sama Keagamaan kedua negara yang diadakan di Kantor Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Maroko. Dengan Penandatangan MoU tersebut, Indonesia dan Maroko sepakat untuk meningkatkan kerja sama keagamaan kedua negara. Guna meningkatkan kerjasama pendidikan kedua negara, Menteri Agama RI melakukan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi di Maroko dimana terdapat sejumlah mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan, yaitu Institut Darul Hadits-Rabat dan Universitas Ibnu Tofail Kenitra. Selain itu, Menteri Agama RI juga turut menghadiri Penandatangan MoU Kerja Sama antara Universitas Al-Qorowiyyin Maroko dengan IAIN Sumatera Utara Medan yang diadakan di KBRI Rabat.

Selama kunjungan tersebut Menag berkomentar bahwa Maroko adalah salah satu negara Timur Tengah yang srategis untuk membuka peluang kerjasama dalam bidang pendidikan tinggi, karena Maroko mempunyai banyak perguruan tinggi dengan memiliki kekhasan tersendiri dalam pengembangan program studinya. Hal ini didasari laporan dari Duta Besar RI di Rabat H. Tosari Wijaya mengatakan bahwa beberapa perguruan tinggi Maroko telah membuka peluang kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik perguruan tinggi umum dan perguruan tinggi agama Islam seperti UIN Sulthan Syarif Kasim Riau, IAIN Sumatera Utara Medan, STAINU Jakarta dan IAIN Walisongo Semarang (dalam proses). Menag juga menawarkan beasiswa melalui Dubes RI di Rabat bagi mahasiswa Maroko yang ingin melanjutkan studi ke Indonesia, apalagi Universitas Muhammad V Rabat telah membuka program studi Bahasa Indonesia di perguruan tingginya.

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA Direktur Pendidikan Tinggi Islam mengungkapkan rasa ketertarikannya membuka kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Maroko. Beliau berniat akan mengundang 2 orang Guru Besar Maroko di acara AICIS di Mataram nanti, dan akan mengirim 2 orang Guru Besar dosen PTAI melakukan studi banding sesuai dengan bidang keilmuan mereka. (BB)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 01/08/2013 Jam: 11:00:33 | dilihat: 5197 kali

Berita Terkait