Dari Seminar International STAIN Jember:
ISIS DILARANG MASUK DI JAWA TIMUR

(STAIN Jember-HUMAS)-Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan kembali tentang larangan Kelompok radikal Islam State Iraq and Syria (ISIS) berkembang di daerah jawa timur, hal itu sejalan dengan telah disahkannya Peraturan Gubernur (Pergub) yang secara khusus mengatur keberadaan ISIS yang dinilai mengancam keutuhan negara Indonesia. Demikian diungkapkan saat membuka Seminar Internasional tentang Membendung Radikalisme Islam di Indonesia yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember, Senin (25/08) di ruang Auditorium.

Diharapkan dengan diterbitkannya Pergub Pelarangan ISIS nantinya akan membawa dampak yang positif bagi situasi keamanan dan ketertiban khususnya di wilayah Jatim. Sebab gerakan ISIS dinilai oleh Saifullah yusuf telah meresahkan masyarakat dan lebih luas lagi dapat mengancam Pancasila dan NKRI. Wagub yang akarab disapa dengan Gus Ipul ini juga menegaskan Pergub larangan ISIS yang telah disahkan oleh Gubernur Jatim Dr. Sukarwo ini merupakan Pergub yang paling awal lahir diindonesia dengan seiring terjadinya rekrutmen anggota oleh ISIS kepada warga Indonesia sehingga membahayakan keamanandan kesatuan NKRI, karenanya Pergub ini diharap akan mempermudah polisi dan TNI untuk menindak gerakan ISIS sehingga Pergub ini bisa menjadi dasar polisi dan TNI untuk menindak ISIS, Tegas Gus Ipul. Atas dasar itulah seminar internasional tentang Membendung Radikalisme Islam di Indonesia sebagaimana diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember dinilai sangat positif untuk kepentingan berbangsa dan beragama di Indonesia, selanjutnya peran para tokoh agama, kalangan akademisi juga diharap bisa mengambil bagian dan turut bertanggung jawab atas terjadinya gerakan radikalisme selama ini.

Sebelumnya Ketua STAIN Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE., MM mempertegas tujuan dilaksanakannnya seminar internasional tentang “Membendung Radikalisme Islam Indonesia”. Salah satunya untuk merespon sejumlah gerakan radikalisme Islam yang hingga saat ini harus selalu diwaspadai, diakui olehnya saat ini banyak persoalan yang terjadi di negara-negara timur tengah seperti Tunisia, Libya dan mesir yang sedang menghadapi krisis menuju demokrasi yang belum sepenuhnya berjalan mulus. juga umat islam di Syiria, Irak, Palestina, dan Afganistan yang hingga kini sedang dilanda konflik politik yang terus berkepanjangan.

Selain itu, Babun juga menegaskan radikalisme Islam juga harus diwaspadai khususnya di Indonesia, sebab umat Islam sedang dihadapkan pada persoalan-persoalan internal, yakni dengan munculnya aliran-aliran radikal – eksklusif yang belum mampu membuka dialog terhadap persoalan-persoalan yang diperselisihkan. Mereka beranggapan bahwa hanya kelompok mereka yang paling benar, sedangkan kelompok yang lain adalah salah. bahkan, kelompok inipun juga cenderung menjatuhkan tuduhan sebagai kelompok lain yang berbeda adalah kafir, musyrik, dan bid`ah.

Karena itulah Seminar Internasional dengan tema “Membendung Radikalisme Islam Indonesia” ini dinilai sangat penting untuk digelar selanjutnya seminar ini bisa menjadi sarana untuk meneguhkan kembali moderatisme Islam di Indonesia sekaligus membendung radikalisme Islam Indonesia. apalagi STAIN Jember sebagai Perguruan Tinggi Islam di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia harus merasa terpanggil untuk berperan serta dalam mewujudkan Islam rahmatan lil alamin yang selama ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia.

Sementara, dalam seminar yang digelar dalam sehari ini hadir beberapa nara sumber baik dari dalam negeri maupun luar negeri, diantaranya Dr. Greg Fealy asal Negara Australia, Dr. Edit Schlaffer asal Austria; Prof. Ulrich Kropiunig asal Austria, Dr. Sally White, Dr. Syahida asal malaysia serta Masdar Hilmi, P.h.D asal Indonesia, Seminar Internasional ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jatim, SaifullahYusuf. (minan)


oleh anis masykhur | Edisi Tanggal: 03/09/2014 Jam: 10:59:17 | dilihat: 895 kali

Berita Terkait