Asrorun Ni’am: “Ilmu Syariah Jika Dikelola Dengan Baik dapat Menjadi Peluang Usaha Baru”

Surakarta (22/9)- Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri Surakarta (IAIN) Surakarta mengadakan kuliah umum yang diikuti oleh seluruh mahasiwa baru dan beberapa mahasiswa lama. Kuliah umum ini dilaksanakan pada Rabu (17/9) bertempat di Graha IAIN Surakarta dengan mengambil tema “Peluang dan Tantangan Fakultas Syari’ah di Era Global”.

Aris Widodo selaku sekretaris panitia pelaksana kuliah umum mengatakan, “Pada kesempatan kali ini Fakultas Syari’ah menghadirkan pembicara Dr. M. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA (KPAI Pusat dan Sekretaris MUI Pusat) dan Dr. Ismail Yahya, MA (Dosen Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta). Panitia mengharapkan dengan hadirnya kedua pembicara tersebut, dapat memberikan motivasi pada para mahasiswa untuk dapat terus berprestasi sehingga akan tercipta out put yang berdaya saing tinggi.”

Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta, Dr. M. Usman, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum merupakan tradisi sebelum memasuki masa perkuliahan. Tujuan utama kuliah umum ini untuk memberikan motivasi pada mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Syari’ah untuk menjadi lulusan yang kompeten nantinya. Dan untuk mewujudkan hal itu maka mahasiswa harus diberi pembekalan dan diperlukan kreativitas dan strategi yang tepat, sehingga kedepan lulusan dari Fakultas Syari’ah dapat berkarya dan mempunyai daya saing yang kuat.

Apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum Fakultas Syari’ah ini disampaikan oleh Dr. Mudofir, M.Pd selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta disela-sela sambutannya. Beliau menyatakan bahwa kuliah umum ini selain sebagai media pembekalan untuk mahasiswa baru dalam mengikuti kuliah regular selanjutnya, juga sebagai momentum untuk memotivasi mahasiswa yang mana ketika lulus nanti sangat terbuka lebar peluang pekerjaan bagi lulusan sarjana Fakultas Syari’ah.

Fakultas Syariah sebagai lembaga yang mempelajari berbagai macam hukum yang dipelajari dari kacamata hukum Islam, mempunyai peran dan andil yang cukup besar dalam terciptanya seluruh legalitas kebijakan publik di Indonesia. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, bahwa peran riil hukum syari’ah di bidang politik adalah bagaimana mengaktualisasikan ilmu syari’ah untuk membuat keputusan. Di bidang ekonomi ilmu syari’ah berperan penting di dalam tumbuh dan berkembangnya ekonomi syari’ah di Indonesia. “Ilmu yang dimiiki mahasiswa Fakultas Syari’ah jika dikemas dengan baik dapat menjadi peluang usaha,” terangnya sekaligus sebagai penutup materi yang disampaikan. Ya, hingga saat ini, peluang yang diberikan dalam UU Advokat saja belum banyak disentuh oleh PTAI.

Tantangan-tantangan yang nanti dihadapi para lulusan sarjana ilmu syari’ah sudah pasti ada, namun yang terpenting saat ini adalah bukan menjadikan tantangan itu sebagai hambatan tetapi bagaimana menjawab tantangan tersebut menjadi sebuah karya yang dapat berdaya saing. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ismail Yahya, MA, selaku pembicara kedua dalam kuliah umum. “Tidak hanya mahasiswa yang belajar di Fakultas Sya’riah saja yang dituntut untuk berperan aktif, tetapi juga Fakultas Syari’ah sebagai lembaga penyelenggara harus terus memperbaiki lembaganya baik secara kualitas maupun kuantitasnya, salah satunya dengan membangun networking yang kuat,” pungkasnya. (mahendra)


oleh anis masykhur | Edisi Tanggal: 24/09/2014 Jam: 09:00:08 | dilihat: 1541 kali

Berita Terkait