Dari Forum ICIES Surakarta:
Perkuat Institusi Ekonomi Islam Menghadapi Asean Economic Community

Solo (IAIN Ska, 24/10) – Begitulah pesan yang disampaikan Drs. H. Sri Walyoto, M.M, Ph.D, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Surakarta di hadapan peserta International Conference on Islamic Studies (ICIES). Dia juga mengatakan bahwa penyelenggaraan konferensi ini bertujuan untuk mendiskusikan bidang perekonomian baik regional, nasional, maupun internasional. Dengan adanya forum ini diharapkan ada hal-hal penting yang bisa dipersiapkan dalam rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di tahun 2015.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar International Conference on Islamic Studies (ICIES) dengan tema “Strengthening The Islamic Economics Institution toward the Global Economy Market”. ICIES kali ini diselenggarakan pada Selasa-Rabu (21-22/10) bertempat di Lor In Hotel. Prof. Dr. Abdul Ghafar Ismail (Professor of Banking and Financial Economics at the School of Economics, University Kebangsaan Malaysia) didapuk sebagai keynote speech, sedangkan sebagai speakers yaitu, Suprayitno, Ph.D (APINDO), Irfan Syauqi Beik, Ph.D (Staf Ahli BAZNAZ dan Deputi Sekjen World Zakat Forum), Drs. Muh. Jusuf Wibisana, M.Ec.,Ak. (Ketua DSAK Syariah IAI) dan Drs. Moch. Ichsanuddin, M.M. (Direktur Pengawasan Jasa Keuangan Lainnya OJK).

Sependapat dengan Sri Walyoto, Pejabat Plh Rektor IAIN Surakarta Drs. Yusup Rohmadi, M.Hum dalam sambutan pembukaannya memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam rangka menyambut MEA 2015 perlu adanya persiapan yang matang dan strategi apa yang akan digunakan untuk menghadapi MEA tersebut.

Melalui ICIES diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar khususnya bagi pengembangan lembaga FEBI dan lembaga-lembaga ekonomi Islam pada umumnya. Selain itu hasil diskusi dalam ICIES ini dapat direkomendasikan pada pemerintahan yang baru sebagai acuan untuk menghadapi MEA 2015.

Tujuan ICIES ini yaitu untuk memberikan sosialisasi dan informasi yang komprehensif pada elemen masyarakat tentang perkembangan ekonomi Islam secara nasional maupun internasional. Dengan tujuan itulah diharapkan hasil-hasil pemikiran yang terangkum tidak hanya selesai pada forum ini saja, tambahnya.

Abdul Ghafar Ismail dalam makalahnya yang bertema “Tantangan Lembaga Ekonomi Islam dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015” menyatakan, The macroeconomic data for ASEAN nations have provided a clue for the development of Islamic finance in the region. Although the current development in Islamic finance has shown an accelerated growth, but there are factors tahat hinder the smooth financing of cross-border activities. We identify factors such ashost and home regulations, financial innovations in the cross border context, unique sharia authorityu, proper maintaining of accounting standards, level playing field for Islamic and conventional banking and taxation as the challenges that need to be overcome in order to increase the cross-border financial transaction.

Menurutnya, meskipun kegiatan makro-ekonomi di negara-negara ASEAN sudah menunjukkan percepatan pertumbuhan dan perkembangan keuangan Islam yang cukup baik, namun dalam implementasi di lapangan terdapat beberapa kendala yang harus segera dicarikan solusi yang tepat, sehingga kedepan dalam pelaksanaan MEA 2015 tersebut dapat dijalankan sebagai mana mestinya sesuai dengan harapan dan cita-cita bersama. (Mahendra)


oleh Subdit Kelembagaan & Kerjasama | Edisi Tanggal: 24/10/2014 Jam: 14:41:48 | dilihat: 1774 kali

Berita Terkait