DEMA UIN Malang Tekankan Hidup Rukun dalam Perbedaan

Malang—Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menekankan hidup rukun dalam perbedaan. Kegiatan Gelar Wicara Kebhinekaan (GWK) yang bertajuk “Meneguhkan Kedigdayaan Mahasiswa sebagai Pioner Kebhinekaan” diselenggarakan berkala mulai sabtu sampai minggu di UIN Malang dan Kota Batu (12-13/01).

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Abd Haris, M. Ag menekankan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh civitas akademik UIN Malang selalu menekankan hidup rukun, terutama di tahun-tahun politik. “Perbedaan itu rahmat, tidak bisa kita hindari lagi. Nikmatlah,” ujar salah satu Keynote Speaker di depan ratusan peserta.

Hadir sebagai pemateri Ketua PBNU H. Robikin Emhas, SH., MH dan Pemred Times Indonesia Yatimul Ainun di agenda yang dimoderatori langsung oleh Koordinator Gusdurian Malang Gus Ilmi Najib. Robikin menyebutkan Indonesia terbentuk atas konsensus bersama seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan kita.

“Pancasila hadir sebagai sebuah pengikat kebersamaan bangsa Indonesia yang beragam,” kata Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan.

Dalam konteks media, Yatimul Ainun menegaskan jejak positif di media sosial itu sangat penting sebab ke depan publik akan menilai seseorang dari mesin pencari Google. “Mahasiswa harusnya menyebarkan konten positif dan memerangi bersama segala bentuk provokatif di media,” ujar pria berkacamata itu.

Turut hadir sebagai undangan Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. H. Zainuddin, MA, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Isroqunnajah, M. Ag, Hasanuddin Wahid Sekum PP Pagar Nusa dan beberapa tamu undangan lainnya.

Ketua Pelaksana Uswatun Khasanah Makluf mengatakan kegiatan ini merupakan upaya mengasah wawasan pemahaman mahasiswa tentang kebhinekaan. Ia juga berharap dengan digelarnya agenda ini bisa menjadi ajang sharing pendapat antar mahasiswa se Jawa Timur. “Kami harap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan ‘oleh-oleh’ intelektual dan investasi sosial jangka panjang,” katanya.

Dari agenda ini, DEMA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap respon positif para perwakilan BEM/DEMA PTKI se Jawa Timur yang selanjutnya akan melakukan Silaturrahmi Wilayah (SILATWIL) di Kota Batu. Ratusan perwakilan pimpinan mahasiswa berkumpul dan membawa perubahan di daerah masing-masing dengan modal wawasan yang luas tentang kebhinekaan. (Djazuli)


oleh Subdit Sarpras & Kemahasiswaan | Edisi Tanggal: 16/01/2019 Jam: 15:10:20 | dilihat: 69 kali

Berita Terkait