Buka Diklatpimnas II, Direktur Diktis Optimis Alumni PTKI jadi Intelektual Berwawasan Kebangsaan

Agenda Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas) II dengan tema “Rebranding Kepemimpinan Mahasiswa PTKI: Penguatan Literasi Keagamaan, Moderasi, dan Teknologi di Era Supremasi Digital”. yang digelar Kementerian Agama telah resmi dibuka, Senin (6/12/2021).


(Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendis-Kemenag, Suyitno dalam kegiatan Diklatpimnas II di Ledian Hotel Serang)

Agenda Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas) II dengan tema “Rebranding Kepemimpinan Mahasiswa PTKI: Penguatan Literasi Keagamaan, Moderasi, dan Teknologi di Era Supremasi Digital”. yang digelar Kementerian Agama telah resmi dibuka, Senin (6/12/2021).

Secara simbolis, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendis-Kemenag, Suyitno, menabuh gong sebagai tanda pembukaan kegiatan dan didampingi oleh Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi serta Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Wawan Wahyuddin.

Dalam sambutannya, Suyitno menyatakan isu moderasi beragama harus digaungkan di kalangan mahasiswa PTKI. Isu ini, dikatakan Suyitno, sangat berpengaruh terhadap cara pandang serta perilaku mahasiswa dalam bertindak baik di lingkungan internal maupun eksternal kampusnya. Menurut Suyitno, pemahaman inklusif dapat ditumbuhkan melalui upaya saling mengenal (taaruf) hingga memunculkan rasa saling mencintai (tahabbuh) terhadap sesama.

Selain itu, Suyitno menekankan linearitas tak lagi menjadi sebuah keniscayaan. Alumni PTKI terutama generasi milennial, kata Suyitno, harus memiliki kemampuan tanpa batas, serta mampu menjawab tantangan kontemporer. Melalui Diklatpimnas II, Suyitno berharap peserta dapat membangun jejaring secara luas, memiliki serta menguasai isu moderasi beragama dan memiliki orientasi masa depan yang tidak terbatas pada linearitas.

"Alumni PTKI serapannnya lebih tinggi dibandingkan alumni non PTKI.

Harapan kami, mahasiswa PTKI kedepannya ada yang menguasai Senayan, menguasai Banten, atau minimal jadi menteri lah. Itu adalah tempat Anda," ujar Suyitno memotivasi peserta, di Ledian Hotel Serang, Senin (6/12/2021).

"Jadilah warga, bangsa yang mencintai bangsamu, tanah airmu dan mencintai NKRI, karena NKRI merupakan hadiah dari Allah SWT atas keberagaman kita," pesan Suyitno.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mendorong peserta Diklatpimnas II untuk turut mendukung upaya-upaya pemulihan pandemi yang sudah dilakukan pemerintah sejauh ini. Andika mengakui, banyak masyarakat Banten mengeluhkan dampak pandemi di sektor pendidikan.

Melalui Diklatpimnas yang diadakan Kemenag, Andika berharap generasi muda mampu memberikan kontribusi positif kepada daerah asalnya.

"Semoga langkah ini bisa didukung semua peserta Diklatpimnas, para generasi muda yang memiliki jiwa cinta terhadap tanah air, dan mampu memberikan kontribusi positif nantinya ketika kembali ke daerahnya masing-masing," imbuh Andika. 

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Wawan Wahyuddin dalam laporannya menyebut sebanyak 80 peserta seluruh Indonesia hadir, dari 54 PTKIN dan 24 PTKIS. Wawan menyatakan, isu moderasi beragama harus diangkat ditengah maraknya kelompok ekstrimis, tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama, sikap intoleran hingga muncul gerakan anti NKRI.

"Kita harus hadapi ini sungguh-sungguh. Mari kita cintai negeri ini, jangan setengah-setengah, kita harus bangga menjadi bagian dari Indonesia dengan multiras. Diklat ini mengarakan kesana, Indonesia kedepan akan menghasilkan generasi emas, NKRI harus tetap utuh," pungkasnya.

Dalam agenda pembukaan Diklatpimnas II, Direktur PTKI juga berkesempatan menyaksikan launching modul Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa (Diklatpim) sekaligus menyerahkannya kepada Rektor UIN Banten, serta perwakilan DEMA, SEMA kampus.

Sebagaimana diketahui, Diklatpimnas akan berlangsung seminggu, 6-12 Desember 2021. Adapun narasumber terkonfirmasi pada diklat ini diantaranya adalah Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pacasila (BPIP) Yudian Wahyudi, Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron, dan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah.

oleh admin diktis | Edisi Tanggal: 06-12-2021 Jam: 13:51:18 | dilihat: 180 kali