Dr. Ishom Yusqi, MA: “Perlu Audit Tunjangan Profesi Dan Kehormatan”




Diktis (9/7). Begitulah gagasan yang menggelinding saat Rapat Persiapan Monitoring dan Evaluasi Implementasi Tunjangan Profesi dan Kehormatan Dosen PTAI. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa Wilayah Koordinator Perguruan Tingga Agama Islam Swasta atau Kopertais di seluruh Indonesia, dari Kopertais I hingga Kopertais XIII di bulan Juni dan Juli 2013 ini. Tujuannya adalah untuk mengukur capaian kinerja dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Beban Kinerja Dosen di perguruan tinggi masing-masing, sebagai implikasi logis dari kucuran dana yang diberikan kepada mereka dari pemerintah. “Pemerintah kita bukan hanya fokus pada pemberian tunjangan saja, tetapi juga akan melihat hasil dan capaian di lapangan, apakah sudah sesuai dengan amanat undang-undang atau tidak,” tandas Hj. Turahmi, salah satu kasi Subdit Ketenagaan. “Pemerintah akan memonitor bantuan Sertifikasi Dosen agar tepat sampai kepada sasarannya, dan benar-benar diperuntukkan untuk peningkatan kompetensi dosen, sehingga mereka bisa berkualitas dan kompeten di bidangnya. Disamping berdampak pada kesejahteraan dosen, juga akan berdampak pada peningkatan kualitas kelembagaan perguruan tinggi. Tentunya, dengan semakin banyaknya dosen yang telah tersertifikasi, maka akan mendongkrak kualitas, akuntabilitas lembaga dan pembelajaran di kampus. Dengan begitu, persepsi masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta akan menjadi lebih baik”

Sementara itu, Dr. Ishom Yusqi, MA, Kepala Subdit Ketenagaan Diktis menyampaikan bahwa monev tunjangan profesi akan digiring sampai pada tingkat audit. “Pada tahun ini, monitoring dan evaluasi pelaksanaan tunjangan profesi dan kehormatan dosen PTAIS masih menggunakan indikator seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan secara bertahap kita akan menggandeng Inspektorat dan BPK untuk melakukan audit tunjangan profesi dan kehormatan dosen.” Optimalisasi monev ini diharapkan dapat melihat bagaimana para dosen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, bagaimana memenuhi beban kerjanya, dan bagaimana out put-nya. “Seyogyanya, ketika dosen mendapatkan tunjangan, mereka kemudian mampu membeli buku, berlangganan jurnal, dan media penunjang akademik lainnya sehingga bisa meningkatkan keilmuan dan out put lulusannya. Semua indikator serta juknisnya sedang digodok pada tahun ini sehingga akan dilaksanakan pada tahun mendatang,” tegasnya. **Rafiq**.

descargar musica gratis

oleh admin-dev | Edisi Tanggal: 09-07-2013 Jam: 11:38:13 | dilihat: 1170 kali