FUHum UIN Walisongo Gelar Workshop Kepemimpinan Mahasiswa

Kegiatan workshop ini digelar agar mahasiswa di era society 5.0 mampu menajamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.


(Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) Universitas Islam Negeri Walisongo menggelar Workshop Kepemimpinan Mahasiswa)

Semarang, Diktis - Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum) Universitas Islam Negeri Walisongo menggelar Workshop Kepemimpinan Mahasiswa. Diikuti oleh 50 pengurus organisasi kemahasiswaan intra kampus.

Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Bidang Kaderisasi Ruchman Basori yang didaulat menjadi nara sumber mengatakan di era society 5.0 mahasiswa harus terus menajamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan Workshop Kepemimpinan Mahasiswa dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III FUHum Dr. Safii, M.A pada Rabu (21/04).

Syafi’i mengatakan digelarnya Workshop Kepemimpinan Mahasiswa dimaksudkan sebagai pembekalan para pengurus Ormawa FUHam dalam mengembangkan organisasi dan kepemimpinan. 

Tema “Kepemimpinan Mahasiswa di Era 5.O (Peluang dan Tantangan) diangkat lanjut Syafi’i agar mahasiswa dapat menyiapkan diri menghadapi era yang penuh tantangan di tengah masyarakat yang berubah.

Di hadapan Pengurus DEMA, SEMA, UKM FUHam Ruchman mengatakan bahwa pemimpin mahasiswa adalah generasi baru pemimpin yang mapan dengan futere skill (keterampilan masa depan), yaitu; cognitive flexibility, digital literacy and computational thinking, creative and innovative mindset, emotional and social intelligence.

Mantan Aktivis Mahasiswa ’98 ini menyemangati mahasiswa dengan mengatakan menjadi aktivis adalah panggilan jiwa dan ikhtiar menempa diri agar kelak menjadi intelektual yang tidak hidup di Menara gading. “Sekali jadi aktivis, sampai mati harus jadi aktivis, terus semangat karena di depan mata banyak problem social keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan yang menghadang”, tegas Ketua I Senat Mahasiswa IAIN Walisongi ini. 

Ruchman yang juga Kasubdit Ketenagaan Direktorat Diktis Ditjen Pendidikan Islam mengenang masa-masa menjadi aktivis di UIN Walisongo medio 1993-1999. “Pemimpin mahasiswa waktu itu harus menjaga idealisme sebagai ruh Gerakan seraya meningkatkan kapasitas menulis dan membangun jejaring”, kata Ruchman.

Selain Ruchman, workshop menghadirkan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo Sofanul Amin. “Saya mengajak kepada teman-teman untuk terus aktif mengembangkan organisasi kemahasiswaan intra kampus di tengah kehidupan yang pragmatis”, katanya.

Sesi workshop jelang buka puasa Ramadlon dipandu oleh Winarto Dosen FUHum dan dikunjungi oleh Arif Budiman Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Walisongo.

oleh admin diktis | Edisi Tanggal: 23-04-2022 Jam: 08:43:57 | dilihat: 99 kali