THE 58TH ANNUAL COMPARATIVE AND INTERNATIONAL EDUCATION SOCIETY (CIES) CONFERENCE, TORONTO, CANADA




CIES CONFERENCE: SEBAGAI WADAH MENJALIN KERJASAMA DAN NETWORKING BIDANG PENDIDIKAN

(Oleh: Fauzanah Fauzan El Muhammady, S. Sos, M. Si, MS)

“Revisioning Education for All (EFA)”, demikianlah tema utama yang diangkat dalam the 58th Annual Comparative and International Education Society (CIES) Conference yang telah dilaksanakan selama 6 hari pada tanggal 10-15 Maret 2014 di Sheraton Centre Hotel, Toronto, Ontario, Canada. Konferensi ini adalah konferensi tahunan berskala internasional khusus untuk bidang pendidikan. CIES Conference pertama kali dilaksanakan pada tahun 1956 yang dilatarbelakangi keinginan untuk membantu perkembangan ide dan gagasan, sistem, dan praktek studi-studi internasional dalam konteks beasiswa cross-cultural, prestasi akademik, dan perkembangan sosial dalam bidang pendidikan.

Konferensi ini secara rutin dilaksanakan pada Bulan Maret tiap tahunnya di wilayah Amerika Serikat dan sekitarnya oleh perguruan tinggi yang berbeda-beda. Konferensi ini merupakan wadah bagi para pakar, praktisi, akademisi, pemerhati pendidikan dan mahasiswa dari semua level bidang pendidikan, yang terangkum dalam Comparative and International Education Society (CIES). Lembaga ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan minat terhadap cross-disciplinary, serta mengembangkan keahlian para pakar dan ilmuan antara lain para sejarahwan, sosiolog, ekonom, psikolog, antropolog, dan tenaga akademisi. Pada tahun ini, penyelenggaraan konferensi CIES merupakan yang ke 58 kali dilaksanakan, dimana khusus pada tahun ini, University of Toronto, OISE (Ontario Institute for Studies in Education/OISE) ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara.

Tema “Revisioning Education for All (EFA)” merupakan tema terpenting dalam bidang pendidikan yang membahas perkembangan pendidikan semua level di seluruh dunia. EFA yang digagas oleh UNESCO di Dakkar, Senegal pada tahun 1999 merupakan hasil kesepakatan bangsa-bangsa dari seluruh dunia yang bertujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat miskin melalui peningkatan kualitas pendidikan khususnya pendidikan dasar pada semua level kehidupan masyarakat di dunia. Melalui konferensi CIES maka seluruh pakar pendidikan dan para akademisi meninjau kembali capaian pelaksanakan EFA di berbagai negara dunia guna menghimpun semua masukan dari berbagai kalangan mengenai program-program yang telah, sedang, dan akan dilakukan, serta membahas kendala dan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang berkesinambungan di masa depan.

Penyelenggaraan konferensi CIES tahun ini merupakan penyelenggaraan terbesar yang dihadiri oleh lebih dari 2000 partisipan dari lebih 130 negara di dunia. Berbagai kalangan hadir dalam konferensi ini antara lain para pakar dan pemerhati pendidikan dari berbagai institusi pendidikan dunia dan international agencies (USAID, UNESCO, World Bank, Asian Development Bank (ADB), dan OISE), serta dihadiri oleh kalangan akademisi seperti para professor, dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas di dunia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pakar dari berbagai bidang ilmu antara lain sejarahwan, sosiolog, pakar ekonomi, psikolog, dan antropolog.

Adapun kriteria peserta untuk mengikuti konferensi tersebut adalah mereka yang mengirimkan hasil penelitian dalam bentuk abstrak dalam berbagai kategori presentasi antara lain: Panel Presentation, Individual Paper Presentation, Poster, Plenary and Special Sessions dan berbagai kategori spesifik lainnya. Abstrak yang memenuhi syarat dinyatakan layak diterima melalui hasil proses penilaian Tim Seleksi dan berhak mempresentasikannya di konferensi ini.

Kegiatan CIES Confrence ini resmi dibuka dengan kegiatan Welcome Reception dan Gala Dinner yang dimulai dengan kegiatan Conference Welcome and Presidential Address: Introductory Remarks yang disampaikan oleh Hon. Liz Sandals, Ontario Minister of Education dan Meric Gertler, President, University of Toronto and CIES 2014 Presidential Address: Gilbert Valverde, CIES President 2014.

Berbagai kegiatan menarik yang menghiasi konferensi ini antara lain presentasi paper dalam bentuk Individual Paper dan Panel, presentasi poster, pameran pendidikan (buku-buku terbaru dan jurnal internasional), workshop, presentasi umum (special plenary session) serta pertunjukan musik dan budaya.

Adapun topik-topik menarik yang dipresentasikan pada sesi individual paper dan panel antara lain: a) Re-visioning, re-tooling and revolutionizing “Education For All” through a movement for grassroots curriculum b) International Journal of Educational Development board meeting c) Countering Islamophobia in the classroom d) UNESCO Institute for Statistics tools for comparative research and effective monitoring in education e) A comparative study on the educational framework of higher education in Asia: Case studies of five nations f) International perspectives on vocational education and training g)Education finance, equity and educational outcomes, dan berbagai topik menarik lainnya.

Kegiatan lain juga diisi dengan Global Literacy SIG Highlighted Session: Realizing a future for literacy and development, I: Research directions dan Realizing a Future for Literacy and Development, Part II: Institutional and Policy Response, serta kegiatan Lecture and Discussion dengan tema CIES 2014 George H. Kneller Lecture: Transforming education from the ground up: Experiences dari Pratham, India dan Civil society views on education post MDG’s: A moderated discussion.

Kegiatan New Scholars Essentials Workshop juga menjadi bagian utama dari konfrensi ini dengan mengusung tema-tema menarik seperti: (1) Higher Education SIG Highlighted Session: Global competition in higher education: Exploring global and local dimensions (2) Publication Process (3) Early Academic Careers (4) Teacher education and professional development (5) Globalization, knowledge and modernity: Educating migrant women and children and in search of equity and access for social service (6) The language dilemma in Pakistan’s education (7) Cultural capital, identity, and youth in the Caucasus and Central Asia dan (8) New Scholars Dissertation Mentoring Workshop: Globalization and internationalization.

Presentasi poster merupakan kegiatan yang juga memiliki daya tarik tersendiri dalam konferensi ini yang ditampilkan oleh para peserta dari berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan China dengan judul poster: 1) Female Access to Higher Education in Afghanistan (University of Massachusetts Amherst), 2) Challenges of Japanese Accrediting Agency toward University Internationalization Assessment (National Institution for Academic Degrees and University of Evaluation, Aayaka Noda, NIAD-UE, Japan), 3) Expression of Cultural Dimensions in Higher Education (University of Maryland), 4) A Comparative perspective on Stimulus Plans of US and Korea Invested in Human Capital After 2008 (University at Albany, SUNY, USA), 5) The Role of Universities in Achieving Social Justice: A Mainly Chinese Perspective ( Peking University), 6) The Distribution of Higher Education Opportunity. The Analysis of China (Stanford University, School of Education, Michigan State University), 7) What Happened to Gender Equality (University of Pennsylvania), dan 8) Structure and Logic: Comparative Institutional Analysis of Admission to Higher Education to Contemporary Time (University of Amherst, Boston).

Pameran pendidikan juga turut memeriahkan konferensi ini. Institusi yang ikut hadir dalam pameran ini antara lain beberapa penerbit jurnal ilmiah ternama seperti Chicago Journals dan Springers. Pameran ini juga dihadiri oleh berbagai international agencies dan institusi pendidikan lainnya seperti UNESCO, USAID, American Institute for Research, Ontario Institute for Studies in Education (OISE), University of Toronto, yang memamerkan program-program kegiatan dan data-data terbaru tentang perkembangan pendidikan di seluruh dunia.

Khusus pada sesi malam hari kegiatan diisi dengan pertemuan ramah tamah (reception) yang dihadiri oleh para akademisi dari beberapa perguruan tinggi ternama seperti University of Pennsylvania, George Washington University, University of Maryland, Florida State University, Indiana University, Michigan State University, Loyola University dan University of Wisconsin, Madison.

Pada tahun ini, Kementerian Agama RI juga turut serta hadir pada konferensi ini dalam kategori Individual Paper Presentation. Presentasi yang diwakili oleh Fauzanah Fauzan El Muhammady, Staf Kelembagaan Diktis Kementerian Agama RI ini membahas isu pendidikan dalam tema “Quality considerations in compulsory schooling” dengan judul “The Condition of Educational Quality of Indonesia’s Compulsory Schooling: The Analysis of Inputs Quality Condition of Primary and Secondary Schools”.

Adapun isu utama yang dibahas pada presentasi tersebut adalah melihat perbandingan kondisi kualitas pendidikan dasar di Indonesia (khususnya pada level sekolah dasar dan menengah) pada masa periode sebelum dan sesudah tahun 1990-an. Kondisi yang dianalisa dalam penelitian ini adalah kualitas indikator input antara lain ketersediaan buku sekolah, kualitas guru dan distribusi guru, serta kualitas sarana dan prasarana sekolah. Kondisi ini dikaitkan dengan kondisi yang telah dicapai dan melihat pengaruhnya terhadap kondisi indikator output (nilai rata-rata lulusan, kualitas lulusan, tingkat prestasi sekolah, dan kondisi peringkat atau rangking sekolah). Hasil studi menunjukkan bahwa program-program dan kebijakan yang telah dilaksanakan dalam meningkatkan kualitas indikator input tidak menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan pada kondisi indikator output sebagaimana tersebut di atas.

Hasil studi ini merupakan hasil analisa terhadap kebijakan pemerintah Indonesia dalam menerapkan program Education for All (EFA), dimana analisa lebih dititkberatkan pada kebijakan dan peran Kementerian Pendidikan Nasional dalam melaksanakan rencana strategi program Education for All (EFA) di Indonesia setelah era 1990-an. Studi ini kemudian membandingkan kondisi kualitas pendidikan dasar dari hasil analisa terhadap kebijakan Diknas dalam melakukan program kerjasama dengan USAID pada era sebelum 1990-an. Adapun dua bentuk kebijakan yang dianalisa tersebut adalah: The Indonesia’s National Plan of Action: Indonesia’s Education for All 2003-2015; Ministry of National Education dan Human Resources Sector Review, Volume I and II (USAID). Hasil analisa ini dapat memberikan kontribusi dan masukan pada pihak-pihak yang terkait dalam pengambil kebijakan bidang pendidikan dalam menganalisa hasil capaian program dalam upaya meningkatkan kualitas indikator output.

Mekanisme yang digunakan dalam menganalisa kualitas pendidikan dalam konteks ini adalah mekanisme production function in education yang mencoba melihat perkembangan kualitas pendidikan dari sisi indikator-indikator input (kualitas murid, peran orang tua, ketersediaan buku sekolah, kurikulum, kualitas guru dan distribusi guru, serta kualitas sarana dan prasarana sekolah), process (prses belajar mengajar atau pembelajaran), dan output (nilai rata-rata lulusan, kulitas lulusan, tingkat prestasi sekolah, dan kondisi peringkat atau rangking sekolah). Mekanisame ini dapat dijadikan rujukan bagi pihak pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan dalam melihat apakah indikator input, proses, dan output telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas outcome (memenuhi kebutuhan lapangan kerja dan manfaat bagi masyarakat).

Mekanisme tersebut telah banyak digunakan oleh negara-negara maju dalam melihat, menganalisa, dan mengevaluasi secara detail tentang perkembangan kualitas pendidikan khususnya di sekolah dasar serta persoalan-persoalan mendasar yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Mekanisme tersebut dapat mempermudah pemerintah dalam melihat lebih terperinci mengenai kualitas dan peran indikator input dan input dalam menentukan kualitas akhir sekolah. Mekanisme tersebut juga dapat membantu para pengambil kebijakan dalam melakukan evaluasi serta menemukan solusi dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkesinambungan. Mekanisme ini juga dapat dijadikan alat ukur untuk menentukan tingkat keberhasilan sebuah program pendidikan.

Presentasi yang bertema “Quality considerations in compulsory schooling” ini juga dihadiri oleh tiga orang presenter dari universitas ternama antara lain Columbia University (USA), OISE University of Toronto (Canada), dan University of Tokyo (Japan). Presentasi ini cukup mendapat respon dari para peserta dari berbagai negara terutama bagi mereka yang tertarik menganalisa kualitas pendidikan dasar dari segi indikator input.

Dari keseluruhan kegiatan CIES Conference tersebut dapat diambil manfaat bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus diikuti setiap tahunnya terutama bagi kalangan akademisi dan administrasi pendidikan. Konferensi CIES ini merupakan wadah pertemuan, komunikasi, sharing informasi dan pengalaman, bagi para tenaga akademisi, pakar pendidikan, dan pemerhati pendidikan dari berbagai negara guna membahas perkembangan terkini dunia pendidikan pada semua level pendidikan di seluruh dunia, serta sebagai wadah dalam menambah wawasan dan pengetahuan internasional. Manfaat lain dari kegiatan ini adalah sebagai wadah untuk memberikan masukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dari segi kurikulum, sistem pendidikan, teknologi, dan lain sebagainya, serta dapat memberikan solusi dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dunia pendidikan pada saat ini.

Khususnya pada level perguruan tinggi dan administrasi pendidikan di PTAI, konferensi ini dapat dijadikan sebagai wadah memperluas wawasan internasional bagi para tenaga pendidik dan kependidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dalam menuju taraf internasional (World Class University). Diharapkan para pakar pendidikan, administrator, dan akademisi dari lingkungan PTAI dapat ikut serta secara aktif tiap tahunnya menghadiri konferensi ini agar mampu membangun kerjasama, komunikasi, dan network seluas-luasnya dengan berbagai kalangan dalam menjalin kerjasama pendidikan. Bentuk kerjasama yang bisa dilakukan antara lain dalam bentuk collaborative research, joint research, cultural exchange, partnership programs, dan scholarships. Hal ini dapat memberikan motivasi bagi kalangan tenaga pendidik dan kependidikan untuk lebih kreatif mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan bidang penelitian dan publikasi karya ilmiah, kurikulum, sarana dan prasarana, teknologi pendidikan, akademik dan pengajaran di PTAI.

Sebaliknya, dari kegiatan ini diharapkan tenaga pendidik dan kependidikan yang ikut aktif dalam konferensi ini juga mampu mempromosikan dan memberikan informasi seluas-luasnya pada dunia internasional tentang program-program pengembangan pendidikan Islam yang telah dicapai dan dikembangkan di PTAI. Bila hal ini dapat diwujudkan, maka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan pendidik dari berbagai negara di dunia untuk datang dan melanjutkan studi di beberapa PTAI di Indonesia. Insya Allah! (ffem)

(Penulis adalah Staf pada Subdit Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Mewakili Kementerian Agama RI sebagai Presenter of Individual Paper Presentation Pada CIES Conference, pada Tanggal 10-15 Maret 2014 di Sheraton Centre Hotel, Toronto, Ontario, Canada)

oleh admin-dev | Edisi Tanggal: 02-04-2014 Jam: 01:27:54 | dilihat: 4438 kali