Semangat Baru UIN STS Jambi: Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan

UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukan Rapat Kerja. Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. Asad Isma, M. Pd. memberikan arahan kebijakan dan semangat bari di UIN STS Jambi yaitu sebagai "Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan" atau disingkat (KARIBKU)


UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melakukan Rapat Kerja. Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. Asad Isma, M. Pd. memberikan arahan kebijakan dan semangat bari di UIN STS Jambi yaitu sebagai "Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan" atau disingkat (KARIBKU)(null)

Humas UIN SUTHA~~Rapat Kerja (Raker) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi terus berlangsung. Pada hari kedua pelaksanaan, Sabtu (2/3) pagi, Rektor bersama seluruh Wakil Rektor, Kepala Biro, dan ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) menjadi pembicara dengan agenda pembahasan menyangkut visi dan misi UIN STS Jambi.


Dalam sesi Raker yang berlangsung itu, Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. Asad Isma, M. Pd.,

menyampaikan arah kebijakan dan semangat baru di UIN STS Jambi saat ini, yaitu sebagai “Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan” atau disingkat dengan Karibku.


Menurut dia, perumusan tagline baru tersebut merupakan perwujudan dari semangat untuk tumbuh dan berkembang bersama dalam menjadikan UIN STS Jambi sebagai kampus yang maju, unggul, serta menjadi pilihan dan kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi.

“Kata Karibku dalam bahasa arab artinya dekat. Arti dekat itu bukan hanya dekat atasan dan bawahan saja. Tapi juga dekat dengan penyelesaian masalah yang ada. Ketika ada masalah kecil kita selesaikan bersama, jangan sampai masalah itu menghambat rencana-rencana besar lembaga,” kata rektor.


Reservasi, kata Rektor, secara bahasa berarti memesan dan bisa berarti kawasan penampungan. Dengan kata lain, Konsep Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan bermaksud bahwa kampus tempat “memesan” orang-orang baik dan unggul, yang lahir dari para pendidik unggul dan dalam pelaksanaan pendidikan juga berupaya melakukan terobosan untuk mencapai keunggulan sesuai predikat teratas dalam akreditasi proses pelaksanaan pembelajaran.

Lalu, Rektor melanjutkan, kebaikan yang dimaksud dalam hal ini adalah nilai-nilai kebaikan yang memang seharusnya ada dalam pendidikan tinggi, yaitu kejujuran, penghormatan, persahabatan. Nilai itu diserap dari ilmu pengetahuan dan dari masyarakat yang berasal dari tradisi dan kebudayaan serta agama Islam. Keunggulan juga mengacu kepada cita-cita akreditasi untuk setiap program studi.

Untuk Visi UIN STS Jambi adalah “Mewujudkan Universitas Islam Negeri yang Unggul dan Bereputasi Internasional Berbasis Entrepreneurship Islam”. Sementara itu, untuk Misi UIN STS Jambi adalah “1) Menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi yang berkualitas, berdaya saing dan relevan dengan kebutuhan masyarakat; 2) Meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia berdasarkan perkembangan global, nilai-nilai Islam dan budaya Melayu Jambi; 3) Melakukan pengembangan Badan Layanan Umum untuk kemandirian perguruan tinggi.


“Ke depan distingsi kita juga harus makin diperjelas. Nanti kalau sudah jelas, maka destinasi akan kita dapatkan. UIN STS Jambi sebagai Kampus Reservasi Kebaikan dan Keunggulan harus terus menjadi penyemangat, harus menjadi tindakan kita. Perlu diingat bahwa ini bukan sebatas tagline saja. Ini sebagai langkah dan penyemangat kita di UIN STS Jambi untuk mewujudkan visi dan misi,” ucapnya.

Menurut Rektor, ada sejumlah strategi yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi dan misi UIN STS Jambi. Pertama, dalam hal penguatan tridarma perguruan tinggi; Kedua, transformasi

Sumber Daya Manusia; Ketiga, Penguatan Transformasi Digital; Keempat, Penguatan Good University Governance; dan Keempat, Revitalisasi Sarana dan Prasarana Kampus.


Sebagai perwujudan strategi penguatan tridarma perguruan tinggi adalah dengan meningkatkan inovasi dan luaran pembelajaran, memantapkan implementasi kurikulum MBKM, mewujudkan kelas internasional. Lalu, Meningkatkan Kuantitas Riset, Publikasi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Mendorong Kualitas Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang berorientasi pada Moderasi Beragama, Lingkungan, Penguatan Desa, dan SDGs.


Untuk strategi transformasi sumber daya manusia, kata dia, adalah dengan Meningkatkan Jumlah Guru Besar 75 Persen dari Jumlah Dosen Lektor Kepala Berpendidikan Doktor. Lalu dengan Meningkatkan Jumlah Lektor Kepala 25 Persen dari Jumlah Dosen Lektor, Meningkatkan Jumlah Dosen Berpendidikan Doktoral 30 Persen dari Jumlah Dosen Tetap, Rekrutmen Dosen internasional, dan juga dengan Meningkatkan Jumlah Tenaga Kependidikan yang Bersertifikasi.


Strategi ke depan untuk program transformasi digital adalah dengan mengembangkan sistem database dan aplikasi terintegrasi untuk: Pelayanan administrasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan masyarakat berbasis IT, Informasi mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan, Perpustakaan dan Sentra Informasi keilmuan berbasis digital, dan Informasi data capaian tridarma perguruan tinggi yang berbasis digital.


Sementara itu, untuk program penguatan good university governance dilakukan dengan beberapa strategi, antara lain: 1) Memantapkan Regulasi akademik yang Adil dan Transparan; 2) Meningkatkan Pelayanan Akademik yang Humanis dan Responsif; 3) Mengembangkan Pengelolaan Keuangan BLU yang Transparan dan Akuntabel; 4) Mendirikan Gugus Mutu pada Setiap Prodi; 5) Merasionalisasikan dan Menguatkan Peran Pusat Kajian; 6) Meningkatkan Jumlah Akreditasi Prodi Unggul Minimal 30 persen; 7) Meningkatkan Jumlah Akreditasi Prodi Baik Sekali Minimal 50%; 8) Mewujudkan Akreditasi Internasional Program Studi Minimal 10%; 9) Mengembangkan Unit Bisnis Universitas; 10) Mewujudkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP); dan 11) Merevitalisasi Ma’had al-Jami’ah.

Untuk program revitalisasi Sarana dan Prasarana Kampus, dilakukan beberapa strategi yaitu: 1) Melakukan optimalisasi fungsi gedung; 2) Menguatkan infrastruktur Teknologi, Informasi, dan Pangkalan Data; 3) Revitalisasi Bumi Perkemahan, Danau, dan Hutan kampus; 4) Mengembangkan Sport Center; 5) Memanfaatkan lahan kampus untuk peningkatan pendapatan Badan Layanan Umum; 6) Menciptakan Kampus yang berorientasi pada SDGs; 7) Menyelesaikan pembangunan jalan lingkar, sportarium, dan laboratorium terpadu; dan 8) Mengembangkan Laboratorium Pendidikan, Sains, Sosial, dan Teknologi.


“Untuk akreditasi kita akan anggarkan Rp. 5 miliar agar misi mengejar target unggul bisa terwujud. Kapasitas sumber daya manusia akan terus kita tingkatkan dan ke depan kita ingin layanan di UIN STS Jambi berbasis digital. Kita sudah minta agar penganggaran untuk rehab betul-betul diseleksi. Kalau memang tidak perlu, kita minta jangan lagi dianggarkan. Lebih baik kita fokus untuk penganggaran akreditasi dan untuk keperluan penting dan mendesak lainnya,” ujar Rektor.

Dalam periode kepemimpinannya ini, Rektor memastikan untuk selalu membuka ruang transparansi dan kebersamaan. Termasuk, kata dia, ke depan akan dipastikan bila dia siap untuk menerima berbagai macam masukan ataupun kritik yang konstruktif dari berbagai pihak demi kemajuan UIN STS Jambi ke depan.


“Silakan disampaikan berbagai masukan dan kritik. Contohnya saja, saya menerima masukan terkait keberadaan masjid di kampus kita. Tentunya masukan seperti itu sangat konstruktif. Masukannya kita tampung dan kita rencanakan ke depan akan difokuskan pembenahan untuk masjid kita di kampus UIN STS Jambi Telanaipura dan juga di kampus UIN STS Jambi di Sungai Duren. Ke depan harapan kita masjid ini di samping sebagai pusat ibadah, juga sebagai laboratorium keagamaan,” ujarnya.


“Bahkan sebagai bentuk keterbukaan di UIN STS Jambi saat ini, kita rencanakan akan membuat mimbar aspirasi ataupun mimbar aksi yang kita peruntukkan untuk mahasiswa kita. Kita sudah diskusikan hal ini bersama wakil rektor III terkait hal itu, termasuk juga terkait lokasinya,” kata Rektor lagi. (*)

oleh admin-dev | Edisi Tanggal: 03-03-2024 Jam: 16:34:23 | dilihat: 167 kali