Pada Tim Review Soal Uji Pengetahuan PPG, Dirjen Pendis Tekankan Soal UP Harus Berkualitas Baik

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhamamd Ali Ramdhani menyampaikan, bahwa Uji Kompetensi Mahasiswa dalam program Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) di samping dilaksanakan untuk mengukur kompetensi mahasiswa PPG, pada dasarnya UKMPPG juga dapat mengukur kualitas penyelenggaraan Program PPG di masing-masing Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK).


(null)

Jakarta (Diktis) – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhamamd Ali Ramdhani menyampaikan, bahwa Uji Kompetensi Mahasiswa dalam program Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) di samping dilaksanakan untuk mengukur kompetensi mahasiswa PPG, pada dasarnya UKMPPG juga dapat mengukur kualitas penyelenggaraan Program PPG di masing-masing Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK).


“Harapannya, UKMPPG kedepan ini dapat juga membantu kita untuk melakukan pemetaan terkait kualitas penyelenggaraan PPG di masing-masing LPTK. Berdasarkan trend 3 tahun ini, beberapa LPTK yang persentase kelulusannya rendah, ternyata juga terbukti ada yang perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran PPG yang diselenggarakan,” terang Dirjen saat memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Review Internal Soal Uji Pengetahuan PPG Batch-2 yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam di Jakarta (23/11).


Kegiatan ini memiliki target menghasilkan 2 (dua) paket soal pada 8 (delapan) mata pelajaran keagamaan, yakni mapel Pendidikan Agama Islam, Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah, dan Pendidikan Guru Raudlatul Athfal. Masing-masing paket soal terdiri dari 100 butir soal. Dengan demikian, maka aka nada 1600 butir soal yang dihasilkan dalam kegiatan ini.


Terkait hal itu, lebih lanjut Dirjen yang akrab disapa Kang Dhani ini berpesan, bahwa soal yang dikembangkan harus memiliki kualitas yang bagus. Menurutnya, kualitas soal itu dapat dilihat jika memenuhi unsur dalam akronim SMART.


“SMART ini akronim. Soal yang baik harus specific yakni soal itu tidak boleh membingungkan, sehingga membuat mahasiswa confuse. Soal harus clear and distinct, tidak multi tafsir yang memungkinkan akan memiliki opsi jawaban benar lebih dari satu,” ujarnya.


Lebih soal yang baik selanjutnya harus measurable, maksudnya soal itu harus dapat mengukur secara valid dan reliabel. Soal harus dapat mengukur sesuatu secara sahih, itu valid. Sedangkan reliabel adalah keandalan sebuah alat ukur.


“Alat ukur yang valid itu penting. Ibaratnya, jika kita mengembangkan soal yang salah, itu diibaratkan kita mengukur berat benda tapi menggunakan meteran sebagai alat ukur. Ini jelas keliru. Data yang kita peroleh pasti jadinya tidak valid,” terangnya lebih lanjut.


Achievable merupakan atribut ketiga dari soal yang kualitasnya baik. Maksud dari achievable adalah bahwa butir soal harus memiliki daya beda. Sehingga fungsi soal sebagai alat seleksi dapat bekerja dengan baik.


“Mahasiswa yang menguasai materi harus dapat nilai yang lebih baik dibanding mahasiswa yang tidak mampu. Jangan sampai soal dibuat secara sengaja agar semuanya lulus, ini tidak boleh. Kita harus benar-benar bertanggung jawab dalam melakukan review kualitas butir soal ini,” tambahnya.


Terakhir Dirjen melanjutkan atribut soal yang baik itu harus Relevant, yakni apa yang diujikan harus sesuai denga napa yang sudah diajarkan, dan juga harus Transparent, mahasiswa harus dapat mengetahui atau memperoleh feedback setelah mengerjakan evaluasi, bagian mana yang masih belum dikuasai, dan bagian mana yang sudah dikuasai.


“Ini penting, karena melalui ujian ini mahasiswa dapat bercermin untuk mengetahui kelemahannya, agar dapat melakukan perbaikan berikutnya,” tandasnya.


Kegiatan ini sendiri menghadirkan sebanyak 27 tim eskpert penyusun soal yang berasald ari 7 (tujuh) LPTK PTKIN, yakni: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini sendiri akan berlangsung dari tanggal 23 sd. 25 November 2023. Soal yang dihasilkan dari kegiatan ini kemudian akan direview kembali oleh ekspert eksternal pada tanggal 29 Nov – 01 Des 2023, dan akan digunakan dalam Uji Pengetahuan PPG Batch-2 pada tanggal 16 Desember 2023.[YSK]

oleh admin-dev | Edisi Tanggal: 23-11-2023 Jam: 06:43:44 | dilihat: 293 kali