Publik Harus Bisa Akses Paper AICIS Melalui Publikasi Jurnal

Gelaran Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2023 yang ke-22 telah diselenggarakan pada bulan Mei lalu, di UIN Sunan Ampel Surabaya. Paper yang telah dipresentasikan saat AICIS dihadapan para panelis akan dipublikasikan pada jurnal internasional maupun nasional yang bereputasi.


(Dirjen Pendis, Kasubdit Litabdimas & Direktur PTKI saat terhubung dalam zoom meeting)

Surabaya (Diktis) - Gelaran Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) tahun 2023 yang ke-22 telah diselenggarakan pada bulan Mei lalu, di UIN Sunan Ampel - Surabaya. Paper yang telah dipresentasikan saat AICIS dihadapan para panelis akan dipublikasikan pada jurnal Internasional maupun nasioal yang bereputasi. 


Hal ini sesuai komitmen Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. “Paper AICIS tidak boleh menjadi sekedar dokumentasi bagaikan artefak yang tidak bebas dinikmati oleh publik terutama para akademisi”, kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Muhammad Ali Ramdhani melalui sambungan zoom meeting di Surabaya, Senin (14/08/2023) malam.


Dalam acara Diseminasi Program Bantuan Publikasi Ilmiah dan Pengabdian Masyarakat, Ramdhani juga mengingatkan paper AICIS yang akan dipublikasikan harus melalui seleksi ketat sesuai SOP karena pengelola jurnal juga harus mempertanggungjawabkan reputasinya.


“AICIS tetap menjadi even bergengsi dan disisi yang lain, jurnal yang menjadi bahan publikasi paper AICIS juga terjaga kualitasnya,” kata Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang karya ilmiahnya terindeks Scopus sebanyak 117 tulisan dengan sitasi total sitasi 1033 dukumen.


Senada dengan Dirjen Pendis, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa paper AICIS yang dikategorian dalam Invited Panel dan Open Panel harus dipublisikan dalam baik Internasional maupun nasioal bereputasi.


Paper yang masuk kategori invited panel, lanjut Zainul Hamdi, hampir seluruhnya sudah dan akan terbit di 10 Jurnal Internasional Bereputasi yang terindeks Scopus. Sedangkan paper yang belum masuk jurnal internasioanl bereputasi dan termasuk dalam Open Panel ini, Kementerian Agama akan memfasilitasi memasukkan di jurnal nasional terakreditasi serta prosiding internasional.


“Paper AICIS Open Panel akan dipublikasikan pada jurnal nasional minimal kategori Sinta 2 dan 3 tergantung kualitasnya”, kata Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Ampel - Surabaya ini.


Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Litapdimas), Muhammmad Aziz Hakim menyampaikan bahwa saat ini dari 140 paper kategori Open Panel, yang belum disubmit di jurnal manapun dilaporkan mencapai 74% sedangkan yang sudah disubmit hanya 26%.


“Beberapa jurnal di kampus PTKIN siap menerbitkan paper AICIS dengan tetap mempertimbangkan kualitas naskah yang masuk dan tetap menjaga reputasi jurnalnya”, kata Aziz Hakim yang pernah menjadi dosen di UIN Sayiad Ali Rahmatullah - Tulungagung ini. [VivaNurUsman]

oleh admin-dev | Edisi Tanggal: 15-08-2023 Jam: 04:47:27 | dilihat: 255 kali